Sekda Mempawah Ikut Pilkada, Ramlana Lantik Penjabat Sekda Baru

Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana menunjuk Drs. H. Ismail, MM, sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Mempawah.

Sekda Mempawah Ikut Pilkada, Ramlana Lantik Penjabat Sekda Baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Proses pelantikan dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Mempawah, Selasa (13/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pasca pengunduran diri Drs. H. Mochrizal, yang maju pada kontestasi Pilkada 2018. Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana menunjuk Drs. H. Ismail, MM, sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Mempawah.

Proses pelantikan dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Mempawah, Selasa (13/2/2018).

Ramlana mengatakan diangkatnya penjabat sekda ini dilakukan untuk melaksanakan tugas sekda yang berhalangan melaksanakan tugas, karena terjadi kekosongan jabatan tersebut.

“Seperti kita ketahui, bahwa terjadinya kekosongan posisi Sekda Mempawah setelah pejabat sebelumnya mengundurkan diri karena mencalonkan diri dalam Pilkada,” ujarnya.

Ramlana mengatakan, penjabat sekda mempunyai tugas yang sangat strategis yaitu membantu bupati dalam menyusun kebijakan dan pengkoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah, serta pelayanan administratif.

"Saya berharap kepada penjabat sekda dapat melaksanakan fungsi sekda," ujarnya.

Beberapa tugas diantaranya mengkoordinasikan penyusunan kebijakan daerah, mengkoordinasikan pelayanan tugas perangkat daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintahan daerah.

"Saya juga mengharapkan penjabat sekda dapat segera melaksanakan tugas-tugas rutin lainnya, termasuk persiapan MTQ tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Berkaitan masa kampanye Pilkada Serentak 2018, maka berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, menyatakan bahwa salah satu azas penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN adalah netralitas.

“Azas netralitas berarti bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun,” ujarnya.

Dirinya meminta penjabat sekda, melakukan pengawasan dan mengimbau ASN untuk tetap menjaga netralitas dalam berbagai aktivitas politik atau mengarah kepada keberpihakan atau konflik kepentingan selama Pilkada Serentak 2018.

“ASN harus dapat menjaga kebersamaan dan jiwa korp dalam menyikapi situasi politik yang ada dan tidak terpengaruh untuk melakukan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan atau indikasi ketidaknetralan,” ujarnya.

Sebelum dilantik sebagai Penjabat sekda, Ismail sehari-hari menjabat sebagai Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help