Pencinta Hewan Sayangkan Keputusan Sirkus Lumba-Lumba, Ini Alasannya

Setidaknya gunakan hati nurani kita sebagai manusia, sebagai makhluk yang dianugerahi akal budi dan akhlak yang paling mulia

Pencinta Hewan Sayangkan Keputusan Sirkus Lumba-Lumba, Ini Alasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Claudia Liberani
Pencinta hewan yang juga merupakan pegiat musik di Pontianak, John Fisher 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pencinta hewan yang juga merupakan pegiat musik di Pontianak, John Fisher mengaku kecewa dengan perizinan yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah terhadap sirkus lumba-lumba yang sudah jelas dilarang di semua negara di dunia.

"Di indonesia malah dimuluskan ijinnya," kata personel band beraliran rock ini, Selasa (13/2/2018).

Dia berharap agar instansi yang telah diamanatkan negara untuk menjadi benteng bagi satwa-satwa liar dan dilindungi agar tidak dieksploitasi oleh manusia dalam bentuk apapun bisa benar-benar melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka, bukan malah menjadi pintu masuk terjadinya eksploitasi.

(Baca: Detik-Detik Pengumuman Nomor Urut Paslon Bupati Dan Wabup Sanggau )

"Kalaupun dalam perundang-undangan masih diijinkan, tapi perlulah berkaca dari hukum negara lain yang sudah tidak melegalkan sirkus satwa. Setidaknya gunakan hati nurani kita sebagai manusia, sebagai makhluk yang dianugerahi akal budi dan akhlak yang paling mulia," paparnya.

Menurutnya manusia harusnya sama-sama berusaha menghentikan kekeliruan dalam memperlakukan hewan.

(Baca: Beri Dukungan, Masyarakat Lintas Etnis Antar Midji-Norsan Ambil Nomor Urut )

"Satwa-satwa itu tidak bisa bicara, manusia yang bisa. Maka jangan memanfaatkan mereka yang tidak bisa melawan," tambahnya.

Dia juga berharap agar masyarakat sadar bahwa sirkus satwa adalah eksploitasi berkedok edukasi.

"Jangan pernah dukung! Kalau anda datang nonton, anda ngasi duit ke manusianya, bukan ke kesejahteraan hewannya. Mereka itu tidak bakal lama hidupnya, lalu mati sengsara, kemudian ditangkap lagi yang baru dari laut," imbuhnya.

Pemuda yang juga merupakan pegiat musik tradisional ini mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak tagline "jadilah sahabat satwa" ketika menonton sirkus lumba-lumba.

"Mereka akan jadi sahabat kita kalau di laut bebas. Sering dengar manusia diselamatkan lumba-lumba di lautan kan? Kok manusianya malah menjahati lumba-lumba di darat? Dengan anda menonton pertunjukan sirkus, berarti secara tidak langsung anda mendukung penyiksaan satwa-satwa liar tersebut," tegasnya.

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help