TribunPontianak/

Pilbup Kubu Raya

Hasil Pangundian Nomor Urut Paslon di Kubu Raya, Ini Harapan KPU

KPU Kabupaten Kubu Raya telah mengadakan pengundian dan pengumuman nomor urut bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Hasil Pangundian Nomor Urut Paslon di Kubu Raya, Ini Harapan KPU
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Seluruh Paslon Bupati dan Wakil Bupati tunjukan nomor yang mereka dapat dari pengundian, yang di laksanakan di Hotel Gardenia, Selasa (13/02/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID KUBU RAYA - KPU Kabupaten Kubu Raya telah mengadakan pengundian dan pengumuman nomor urut bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kubu Raya yang di laksanakan di Hotel Gardenia, pada Selasa (13/02/2018) siang.

Dari hasil pengundian secara terbuka , maka telah di tentukan serta ditetapkan pasangan Muda Mahendrawan-Sujiwo yang di usung oleh partai Nasdem, Demokrat, PKS, PPP, Hanura, Gerindra, dan PDIP dengan 33 kursi mendapatkan Nomor Urut 1.

Lalu pasangan dari jalur Independen Werry Syahrial- HM Nasir mendapatkan nomor urut 2

Kemudian pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Hamzah Tawil-Kohim yang di usung partai Golkar dan PKB Mendapat nomor urut 3.

Acara pengundian nomor yang di selenggarakan KPU ini cukup meriah, dengan diiringi oleh musik dan tarian tradisional dari sanggar yang di tunjuk KPU, para penari membawakan Tarian Tiga Serangkai, yang mewakili etnis Melayu, Dayak, dan Tionghoa.

Ketua KPU Kubu Raya Gustiar mengatakan bahwa kemeriahan sebelum pengundian ini dilakukan agar bisa mencairkan suasana politik yang ada, menghargai satu pasangan dengan pasangan lain, sekaligus dapat menjaga kondusifitas yang ada.

"ini adalah pesta, Pesta Demokrasi, namanya pesta semua masyarakat bergembira, tidak ada yang bersedih, dengan tetap menjaga etika dan estetika berpolitik,"ungkapnya.

Dirinya Berharap para paslon bisa mengajarkan masyarakat berpolitik santun, politik yang bisa mendewasakan masyarakat, politik yang bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat, dan politik yang beretika.

"Konsep ini kami bangun, agar suasana yang sebelum penetapan yang ganjil bisa mencairkan ketegangan, menghargai, dan menghormati sampai proses pemungutan suara pada 23 juni 2018 nanti,"paparnya.

Halaman
12
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help