TribunPontianak/

BNNP Kalbar Kembali Musnahkan Barang Bukti Sabu 25 Kg

Sebelum dimusnahkan sabu tersebut dicek terlebih dulu oleh dr Tian Awal Eva Farida untuk memastikan barang bukti tersebut.

BNNP Kalbar Kembali Musnahkan Barang Bukti Sabu 25 Kg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Kepulan asap dari pemusnahan sabu seberat 25 Kg oleh BNNP Kalbar, Selasa (13/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribunpontianak , Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BNNP Kalbar kembali memusnahkan narkoba jenis sabu seberat 25 Kg, di kantor BNNP Kalbar, Selasa (13/2/2018).

Sabu tersebut merupakan hasil tangkapan BNNP Kalbar pada 31 Januari dan 1 Februari lalu dengan tersangka AT dan AN.

Sebelum dimusnahkan sabu tersebut dicek terlebih dulu oleh dr Tian Awal Eva Farida untuk memastikan barang bukti tersebut.

Baca: BPBD Kota Pontianak Siap Siaga 24 jam Tanggulangi Bencana 

Setelah dinyatakan barang bukti tersebut benar merupakan Narkotika jenis sabu baru kemudian di musnahkan.

"AN dan AT ini merupakan kurir dan ini upaya kita dalam pemberantasan, upaya kita memutus suplay. Jika 25 Kg jenis sabu, ini beredar maka akan ada 100 ribu orang yang menggunakan sabu," ujar Plt BNNP Kalbar, M Ekasurya Agus.

Baca: Baru Buka, Consina Store Ternyata Masuk Kategori 4 Outlet Terbesar se Indonesia

Diakuinya pula selama periode 2018 BNNP Kalbar telah berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu sebanyak 35 Kg.

Ini menurutnya menjadi bukti secara geografis Kalbar masih rawan narkoba.

"Kita ini tahun 2018 baru 1/5 kasus yang berhasil diungkap dan sisanya lolos, 2018. Memang 2018 ini di Kalbar cukup marak peredaran narkoba, dan pemberantasan juga cukup banyak, maka provisni Kalbar sudah darurat bahkan bencana narkoba," lanjutnya.

Menurutnya selain pemberantasan menurutnya pencegahan juga sangat penting. Karena menurutnya untuk memutus rantai peredaran narkotika ini lebih pada mengurangi atau menghilangkan yang mengkonsumsinya.

"kita juga selalu bersinergi dalam mencegah peredaran narkoba ini satu diantaranya dengan sosialisasi di masyarakat. Pemberantasan harus dibarenhi pencegahan melalui masyarakat, jika masih ada yang menggunakan maka suplay akan terus ada," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help