Bank Indonesia Jamin Ketersediaan Uang Jelang Tahun Baru Imlek

Jelang moment Perayaan Tahun Baru Imlek 2017 tingkat kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) selalu mengalami trend peningkatan.

Bank Indonesia Jamin Ketersediaan Uang Jelang Tahun Baru Imlek
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Kepala KPw BI Kalbar, Prijono 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jelang moment Perayaan Tahun Baru Imlek 2017 tingkat kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) selalu mengalami trend peningkatan.

Menghadapi hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menambah persediaan uang tunai sejak jauh hari.

Kepala KPw BI Kalbar, Prijono mengatakan rata-rata kebutuhan atau uang keluar pada moment Imlek 2015-2017 Rp382 miliar. Sedangkan persediaan uang Momen Tahun Baru Imlek 2018 mencapai Rp2,62 triliun meningkat dari 2017 yang hanya Rp2,32 triliun.

"Uang keluar pada Januari 2018 sekitar Rp300 miliar. Perkiraan uang keluar pada imlek 2018 tidak terlalu tinggi karena kemungkinan penarikan sudah dilakukan pada Desember 2017 terkait dengan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru," ujar Prijono, Selasa (13/2/2018).

Prijono mengatakan kebutuhan uang tunai selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor musiman seperti hari besar. Faktor musiman kata dia sangat berpengaruh terhadap perputaran uang dikarenakan pada periode tersebut tingkat kebutuhan uang tunai yang beredar di masyarakat. Apalagi momen Tahun Baru Imlek juga ditandai dengan berbagi angpao.

"Meningkatnya kebutuhan masyarakat tak terlepas dari adanya kebudayaan memberikan angpao kepada orang yang lebih muda pada momen Imlek. Dalam peredaran uang, empat hal yang Bank Indonesia perhatikan. Pertama nominal harus cukup, kedua pecahannya harus sesuai dengan yang dibutuhkan, ketiga waktu dalam mendistribusikan tepat waktu, keempat standar kelusuhan uang kita pertahankan dalam level tertentu," jelasnya.

Pada 2017 lalu menghadapi momen Imlek, Bank Indonesia menambah persediaan Rp 90 miliar. Sementara pada perayaan Tahun Baru Imlek 2016 jumlah outflow Bank Indonesia tercatat sebesar Rp 269,613 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 3,21 persen secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015.

Sedangkan untuk data inflow, jumlah aliran uang masuk menjelang Tahun Baru Imlek 2016 lalu tercatat sebesar Rp 225,501 miliar. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya sebesar Rp 24,348 miliar. Hal tersebut dikarenakan pada awal tahun 2016 dipengaruhi oleh peningkatan arus balik uang masuk, pasca penarikan akhir tahun 2015.

Sedangkan pada tahun 2016 aliran uang menjelang H-10 Tahun Baru Imlek menunjukkan posisi net outflow dimana uang keluar lebih besar dibandingkan uang masuk sebesar Rp 44,111 miliar. Secara historis terjadi peningkatan dari tahun ke tahun angka transaksi Jelang Tahun Baru Imlek. Pada 2013 Bank Indonesia mencatatkan outflow menjelang Perayaan Imlek hanya sebesar Rp 149,961 miliar.

Angka ini mengalami peningkatan pada 2014 yaitu mencapai Rp 179,920 miliar. Sedangkan 2015, outflow menjelang Perayaan Imlek sebesar Rp 261,219 miliar dan pada 2016 meski tidak signifikan namun terjadi peningkatan outflow mencapai Rp 269,613 miliar.

"Pada momen Tahun Baru Imlek ini prediksi kita tidak terlalu tinggi. Pecahan yang paling diminati adalah Rp100.000 dan Rp50.000," ujar Prijono.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help