Terpantau 19 Titik Hotspot di Ketapang

Titik hotspot itu seluruhnya tersebar di beberapa desa di Kecamatan Kendawangan.

Terpantau 19 Titik Hotspot di Ketapang
ISTIMEWA
Petugas Manggala Agni Daops Ketapang dan pihak terkait lainnya memadamkan Karhutla di Desa Sungai Bakau Kecamtan Matan Hilir Selatan belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Sebaran titik panas atau hotspot di  Ketapang sejak 1 Januari hingga 11 Februari 2018. Berdasarkan data http://modis-catalog. lapan.go.id yang terpantau melalui SNPP (LAPAN) sebanyak 19, satelit TERRA ada tiga dan satelit AQUA ada 10.

Kemudian melalui NOAA atau Sipongi ada dua hotspot. “Titik hotspot meningkat signifikan pada 11 Februari ini sebanyak 15 hotspot,” kata Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman kepada wartawan di Ketapang, Senin (12/2).

“Titik hotspot itu seluruhnya tersebar di beberapa desa di Kecamatan Kendawangan. Di antaranya di Desa Danau Buntar, Pembedilan, Air Hitam Hulu, Kendawangan Kiri, Kendawangan Kanan dan Bangkal Serai,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Khususnya yang ditangani oleh Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Manggala Agni Daops Ketapang bersama TNI dan POLRI luasan sekitar 14 hektar.

“Adapun daerah yang telah dilakukan penanganan Karhutla yaitu di Desa Sungai Besar dan Sungai Bakau Kecamatan Matan Hilir Selatan. Kemudian terakhir pada 11 Februari 2018 di Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan,” ucapnya.

Rudi mengingat mengenai arahan Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kahutla di Istana Negara pada Selasa (6/2/2018). Di antaranya tentang mengutamakan pencegahan dengan deteksi dini Karhutla.

(Baca: Norsan Harapkan Nomor Urut Satu, Midji : Saye Ikut Pak Wakil Jak )

Sehingga Karhutla besar seperti pada 2015 tidak terulang dan kegiatan Dalkarhutla baru dimulai. “Presiden juga memberikan arahan agar para Kepala Daerah memastikan Satgas yang telah dibentuk bekerja maksimal,” ucapnya.

“Sehingga asap dan kebakaran dapat ditangani cepat, tanggap dan tidak mengganggu citra bangsa. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asean Games tahun ini,” lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help