TribunPontianak/

Petani Terapkan Budidaya Padi Infari 32 Dengan Metode Hazton

Tidak bisa disangkal bahwa petani memiliki peran sangat penting dalam menyediakan pangan bagi suatu negara

Petani Terapkan Budidaya Padi Infari 32 Dengan Metode Hazton
ISTIMEWA
Para petani menanam padi infari 32 dengan metode hazton yang diselenggarakan YP dan ICCTF di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Sebagian besar penduduk di Kecamatan Simpang HilirKabupaten Kayong Utara merupakan petani dengan cara atau metode bertani tadah hujan. Ini diungkapkan Manager Program Perlindungan Satwa (PPS-Hukum) YP, Edi Rahman.

Ia mengungkapkan namun saat ini petani di Desa Penjalaan dan Pulau Kumbang Kecamtan Simpang Hilir. Hampir semuanya sudah mencoba menggunakan metode hazton dengan membuat demplot untuk budidaya padi infari 32.

“Tidak bisa disangkal bahwa petani memiliki peran sangat penting dalam menyediakan pangan bagi suatu negara,” kata Edi melalui rilis Pengurus YP Ketapang, Petrus Kanisius, Senin (12/2).

Menurutnya akibat berkurangnya petani saat ini sudah mulai dirasakan dampaknya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Misalnya Pemerintah harus import beras dari negara tetangga dan lain sebagainya.

“Sebab itu sudah saatnya untuk mandiri dalam hal pangan dengan mengoptimalkan potensi pertanian. Khususnya petani di Desa Penjalaan, Nipah Kuning, Pemangkat, Pulau Kumbang dan Padu BanjarKecamatan Simpang Hilir,” ucapnya.

(Baca: Panwaslu dan Ormas serta Mahasiswa Bagikan Pamflet di Singkawang )

Edi mengungkapkan petani di Kecamatan Simpang Hilir memiliki lahan cukup luas tapi hasil pertaniannyabelum optimal. Di antaranya penyebab karenaa pertanian yang dilakukan tidak mengikuti kemajuan perkembangan pertanian.

Kemudian kemampuan melakukan monitoring dan pengamatan terhadap tanaman padi belum dilakukan maksimal. Monitoring dan pengamatan yang dimaksud terkait hama dan penyakit pada tanaman padi serta penanggulanggan.

“Maka dari itu pada budidaya padi Infari 32 ini. Para petani di daerah tersebut langsung di bimbing Pak Budiman dan Bu Sri Widyawati. Mereka adalah Petugas Penyuluh Pertanian Kabupaten Kayong Utara,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help