Peringatan HUT Muhammadiyah ke-108 di Kabupaten Sanggau

Peringatan HUT Muhammadiyah ke-108 di Kabupaten Sanggau dihadiri Wakil Bupati Sanggau dan Anggota DPR RI, Sukiman.

Peringatan HUT Muhammadiyah ke-108 di Kabupaten Sanggau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Suasana Peringatan HUT Muhammadiyah ke-108 di Kabupaten Sanggau yang berlangsung di aula ahotel Meldy Sanggau, Senin (11/2), malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Peringatan HUT Muhammadiyah ke-108 di Kabupaten Sanggau dihadiri Wakil Bupati Sanggau dan Anggota DPR RI, Sukiman dan Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan, acara berlangsung di aula ahotel Meldy Sanggau, Senin (11/2), malam.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot sangat mengapreseasi kegiatan tersebut. acara tersebut sebagai media silaturahmi, tidak hanya saling mengenal, tapi juga saling memahami satu dengan lainnya.

“Terlebih ketika mengetahui tema yang diangkat adalah Merajut Kebersamaan Dalam Keberagaman. Ini sesuai visi-misi kami untuk mengembangkan Sanggau berbudaya dan beriman. Kami tahu persis Indonesia, khususnya Sanggau ini, tidak hanya satu suku, agama dan budaya, ” katanya.

Dalam keberagaman ini, tidak juga bisa kita melihat hanya mengandalkan satu suku, agama, atau budaya. Dikatakanya, kemajuan suatu bangsa, bukan hanya maju satu suku, agama dan budaya. Tapi maju bersama.

Ontot juga menjelaskan, lebih menjadi orang Dayak merupakan given, pemberian dari Yang Maha Kuasa. Ia juga mengaku awalnya sempat ragu untuk maju mengingat latar belakang budaya dan agama yang dimilikinya.

“Awalnya ragu, tapi saya bilang bisa. Yang penting kita ini bukan memilih pemimpin umat. Kita pemimpin daerah. Pemimpin daerah ini tidak hanya melihat satu warna, tapi warna-warna yang ada ini kita jadikan satu kekuatan yang harus kita kembangkan untuk Sanggau dan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Sanggau, Ade Juandi, menegaskan, dalam memilih pemimpin, pihaknya mengikuti pendapat Syeikh Yusuf al-Qardhawi, ahli fikih (hukum Islam) asal Mesir. “Kalau ada yang terbaik, pilihlah yang terbaik,” katanya.

Namun ia sendiri menegaskan, dalam hal Pilkada, Muhammadiyah sebagia organisasi tetap netral. Namun secara personal, menurutnya sah-sah saja.

Selain itu, Ade Juandi, menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap konsisten mengusung apa yang disebutnya spirit jihad yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut menjaga perdamaian dunia.

Halaman
12
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help