Cetak Sawah 2018 Sanggau Dapat 200 Hektar

Program cetak sawah akan terus berlanjut hingga 2018, Kabupaten Sanggau mendapat kuota dari pemerintah pusat seluas 200 hektare di tahun 2018.

Cetak Sawah 2018 Sanggau Dapat 200 Hektar
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/HENDIR CHORNELIUS
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Program cetak sawah akan terus berlanjut hingga 2018, Kabupaten Sanggau mendapat kuota dari pemerintah pusat seluas 200 hektare di tahun 2018.

“Karena memang kuotanya dari pemerintah pusat menurun,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri, Senin (12/2/2018).

Baca: BNI dan PDAM Kubu Raya Launching Pembayaran PDAM Via ATM BNI

Kendati begitu, Hendri mengatakan ada strategi lain dari pemerintah pusat terkait ketahanan pangan nasional.

“Ada program lain yang dimunculkan, seperti pengolahan lahan-lahan tidur, lahan-lahan yang tidak pernah digarap selama ini, nah 2018 arahnya kesana,” terangnya.

Seperti diketahui program cetak sawah dimulai pada 2015 lalu. Ketika itu Kabupaten Sanggau memperoleh jatah 1000 hektar.

Kemudian dilanjutkan pada 2016 dengan kuota 4800 dan 1050 untuk tahun 2017. Artinya ada 6850 hektar sawah yang sudah dicetak sejak program tersebut berlangsung.

Baca: Tiga Paslon Lolos Sebagai Cagub dan Cawagub Kalbar 2018

Namun Hendri tidak menyebut rasio kebutuhan akan lahan cetak sawah di Kabupaten Sanggau. Sepanjang berpotensi bisa saja dijadikan lokasi cetak sawah.

“Banyak lahan-lahan tidur yang diinclub-inclub perusahaan, saya kira layak untuk cetak sawah,” jelasnya.

Hendri menambahkan, Masyarakat sangat senang dengan program tersebut. “Selama ini mereka kan tak punya sawah. Mereka senang karena dibantu pemeritah. Mereka juga sangat serius untuk mengolah sawah ini,” pungkasnya

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help