BPN Target Terbitkan 5.500 Sertifikat Gratis di Perbatasan Kapuas Hulu

Jadi besaran biaya pra sertifikat itu bukan untuk petugas BPN, namun itu untuk surat menyurat...

BPN Target Terbitkan 5.500 Sertifikat Gratis di Perbatasan Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Ketua BPN Kapuas Hulu Syahrannur. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kapuas Hulu Syahrannur menyatakan bahwa, tahun 2018 akan melaksanakan kembali dalam kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan target 5.500 sertifikat bidang tanah masyarakat yang ada diwilayah perbatasan Indonesia-Malaysia (Kecamatan Badau).

"Untuk kegiatan tahun lalu, kami selesaikan sebanyak 3.500 bidang tanah yang sudah terbit sertifikat hak milik tanah masyarakat. Kita bersyukur berkat kerjasama dari tim BPN dan masyarakat itu sendiri, sehingga memudahkan proses pembuatan sertifikat tanah tersebut," ujar Syahrannur kepada wartawan, Senin (12/2/2018).

Baca: Dirreskrimsus Sebut Notaris Terlibat OTT Pungli BPN Sanggau Whistle Blower

Dalam penerbitan sertifikat tanah program PTSL jelas Syahrannur, tidak ada biaya atau pungutan jenis apapun. Dimana masyarakat hanya siapkan materai, surat menyurat, dan honor saksi tanah, yang dilakukan pra sertifikat dalam pelaksanaan PTSL dengan ketentuan tidak boleh melebih dari Rp250 ribu.

"Jadi besaran biaya pra sertifikat itu bukan untuk petugas BPN, namun itu untuk surat menyurat misalnya surat keterangan tanah, pembuatan patok, serta honor saksi dilapangan, yang telah ditetapkan sebesar Rp250 ribu berdasarkan kesepakatan tiga Menteri, untuk zona kalimantan," ucapnya.

Maka dari itu diharapkan, masyarakat yang mendapat program PTSL untuk bisa bekerjasama yang baik dengan petugas BPN. Dengan tujuan supaya mempermudahkan proses pembuatan sertifikat tanah itu sendiri. "Jadi kalau kita sama-sama membantu supaya program PTSL bisa berjalan dengan baik di Kapuas Hulu," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help