Tim Badan Pelestarian Cagar Budaya Temukan Artepak Di Gunung Totek, Ini Artepak Yang Ditemukan

Rombongan BPCB Kalimantan Timur, bersama Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara, lakukan kegiatan peninjauan dan pemetaan

Tim Badan Pelestarian Cagar Budaya Temukan Artepak Di Gunung Totek, Ini Artepak Yang Ditemukan
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FAUZI
Tim BPCB dan Bidang Kebudayaan meninjau lokasi Gunung Totek yang terdapat Artepak, dan ukiran di batu. 

Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Rombongan BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Kalimantan Timur, bersama Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kayong Utara, lakukan kegiatan peninjauan dan pemetaan terkait temuan benda pra sejarah yang ada di Gunung Totek, Desa Dusun Kecil, Kayong Utara, belum lama ini.

Dari hasil peninjauan, berhasil didapatkan data berupa relief stupa yang memiliki catra, kemudian berhasil mengidentifikasi relief yang kemungkinan peta yang di ukir di batu, serta di temukannya bukti-bukti adanya kehidupan di masa lampau.

Gunung Totek yang menyimpan banyak misteri dan peninggalan sejarah, menarik perhatian BPCB kaltim area kalimantan dan bidang kebudayaan kayong utara untuk menelusuri dan meninjau lebih dalam situs-situs sejarah di gunung totek, mengingat pada masa lampau hubungan dagang di indonesia sudah di mulai dari abat 6 masehi hingga abad ke 16-17 masehi.

Dikatakan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur Area Kalimantan Drs Budhy Sancoyo MA, terkait beberapa relief yang di temukan, menjadi pertanyaan besar, apakah penduduk yang bermukim pada masa itu datang pada abad 16-17 masehi, ataukah pada masa kerajaan sriwijaya dan majapahit.

Baca: Mulan Jameela Kepergok Goda Mantan Suami di Instagram, Benarkah Mereka akan Balikan?

"Yang menarik di sini tentang temuan-temuan yang kita dapat hari ini, apakah mereka (pelayar) hanya singgah untuk berteduh dari cuaca, atau mereka menetap di sini dalam waktu yang lama, yang jelas kita akan mngamati lebih dalam dari beberapa temuan, "tutur pria yang akrab di sapa pak budi ini.

Dari beberapa barang temuan, yang berhasil di amankan, satudiantaranya pecahan guci, budhy sancoyo menyimpulkan bahwa barang tersebut berasal dari abad ke 13-14 masehi.

"Hal itu akan diteliti lebih dalam lagi, namun kalau melihat dari keramik atau pecahan guci yang telah di serahkan kepada BPCB tersebut, potongan guci berasal dari abad ke 13-14 masehi," terang Budhy usai melakukan penelusuran.

Hal tersebut di benarkan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Jumadi, dirinya bersama tim berhasil menelusuri jejak-jejak peninggalan sejarah yang masih tersisa, ia juga berencana akan melibatkan masyarakat setempat untuk di libatkan dalam hal penjagaan dan pemeliharaan situs bersejarah yang ada di Gunung Totek.

Baca: Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman, Bruder Steph Ajak Masyarakat Tingkatkan Toleransi

"Hari ini kita bersama BPCB, berhasil menelusuri sisa sisa artepak yang masih ada. di lanjutkan kedepan, dalam hal pemeliharaan dan perlindungan, kita akan melibatkan masyarakat sekitar, " ujar Kabid Kebudayaan Jumadi.

usai melakukan peninjauan relief, BPCB dan tim Bidang Kebudayaan Kayong Utara melanjutkan untuk menemui masyarat yang ada di sekitar, yang di mana mungkin masyarakat juga menggali atau mencari barang- barang sejarah berupa kremik, kendi, atau bahkan emas yang tersisa dari peninggalan-peninggalan masa lampau tersebut.

Dari hasil peninjauan di Gunung Totek, BPCB dan Bidang Kebudayaan Kabupaten Kayong Utars berhasil mengamankan beberapa artepak, diantaranya ada manik-manik, anting, cincin, liontin dan beberapa benda lainnya yang nanti akan diidentifikasi lebih lanjut

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help