Tiga Kontraktor yang Kerjakan Pasar Kedah Kapuas Hulu Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi

Dalam kasus dugaan Tipikor Pasar Kedah, dikerjakan secara bertahap dari tahun anggaran 2011-2014 dengan menghabiskan dana Rp6,1 milyar lebih.

Tiga Kontraktor yang Kerjakan Pasar Kedah Kapuas Hulu Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Pihak Kejari Kapuas Hulu saat memasang plang baliho penyitaan pasar Kedah, Jumat (9/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kasi Pidsus Kejari Kapuas Hulu Ricki Panggabean menyatakan, dalam kasus dugaan Tipikor Pasar Kedah, dikerjakan secara bertahap dari tahun anggaran 2011-2014 dengan menghabiskan dana Rp6,1 milyar lebih.

"Pembangunan pasar Kedah ini juga dikerjakan dalam empat paket yang melibatkan tiga kontraktor lokal, yaitu Tahap I TA. 2011 dilelang dan dikerjakan pada tahun berikutnya tahun 2012 Penyedia (Kontraktor) perusahaan CV. SEVEN SURYA JAYA Direkturnya Hanafi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (11/2/2018).

Sedangkan tahap II tahun anggaran 2012 lelang dan pengerjaannya di Tahun 2012, Penyedianya CV. TOTAL INSAN MANDIRI Direkturnya Murnyati, Untuk Tahap III Tahun Anggaran 2013 lelang dan Pengerjaan dilakukan Tahun 2014 Penyedianya CV. KAPUAS MEMBANGUN Direktur Indra Gunawan, kemudian Tahap IV Tahun Anggaran 2014 lelang dan dilaksanakan tahun 2014 Penyedianya CV. KAPUAS MEMBANGUN juga.

"Bermasalah tidaknya dengan pengerjaan para kontraktor ini tergantung dari hasil teknik, dan hasil penghitungan kerugian negara dari BPK RI. Kita masih sama-sama menunggu hasil penghitungan tersebut," ucapnya.

Dalam hal ini jelas Ricki, kalau dirinya juga belum bisa memastikan ketiga kontraktor ini, menjadi tersangka karena perlu kajian mendalam dan ekspos dari tim penyidik. “Kami belum bisa memastikan mereka (kontraktor) itu dapat diminta pertanggungjawaban secara pidana,” ujarnya.

Untuk memperlancarkan proses hukum dilapangan jelas Rocki, Kejari Kapuas Hulu telah melakukan pemasangan plang penyitaan terhadap tanah dan bangunan Pasar Kedah tersebut Sabtu 10 Februari 2018. Penyitaan itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : print – 02/Q.1,16/Fd.1/10/2017 Tanggal 16 Oktober 2017.

"Adapun tujuan penyitaan tersebut, supaya dalam Proses Pemerikasaan Fisik Di Lapangan tidak ada hambatan dan kendala dilapangan supaya berjalan dengan lancar," ucapnya.

Ricki menjelaskan, dari tanggal 11 Februari 2018 Pasar Kedah dalam Pengawasan Penyidik Kejaksaan, dimana dilarang melakukan perubahan fisik bangunan. "Kami tegaskan, uji fisik pasar Kedah itu bukanlah hitung ulang. Namun hanya menyempurnakan pemeriksaan fisik, sebelumnya dikarenakan pada pemeriksaan sebelumnya ada ornamen-ornamen bangunan yang belum dihitung sebelumnya. Supaya nanti pada Tahap Persidangan tidak ada cela untuk mengalahkan kami," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help