Suryadi Minta Polisi Serius Usut Kasus Dugaan Korupsi Ketua Gapoktan

Ketua LSM Peduli Kayong, Suryadi minta penyidik Polres Ketapang serius mengusut tuntas kasus korupsi

Suryadi Minta Polisi Serius Usut Kasus Dugaan Korupsi Ketua Gapoktan
TRIBUNFILE/ISTIMEWA

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait penyelidikan Polres Ketapang terhadap dugaan tindak pidana korupsi.

Khususnya yang dilakukan Muhammad Amin Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Bersama di Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS).

Ketua LSM Peduli Kayong, Suryadi minta penyidik Polres Ketapang serius mengusut tuntas kasus itu.

Lantaran perihal pencairan dana bantuan Gapoktan Harapan Bersama di Desa Sungai Kecamtan MHS senilai Rp 250 juta dari keseluruhan Rp 664 juta itu.

Baca: Lukai 4 Jemaat dan Seorang Anggota Polisi, Pelaku Penyerangan di Gereja Lidwina Ditembak

Pencairan dana Rp 250 juta itu masuk dalam rekening pribadi Ketua Gapoktan Harapan Bersama tersebut.

Pada hal dana tersebut merupakan haknya beberapa kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Harapan Bersama itu.

“Jadi penanganannya  oleh penyidik harus serius karena persolan ini mengenai hak beberapa kelompok tani lainnya. Artinya hak para petani yang harus diperhatikan,” kata Suryadi kepada awak media di Ketapang, Minggu (11/2/2018).

Ia menegaskan ditahannya uang Rp 25 juta dalam rekening pribadi Muhammad Amin. Terlebih tidak didistribusikan oleh Amin kepada kelompok tani lainnya. Hal tersebut sudah terlihat ada niat kurang bagus pada Amin.

Sebab itu ia menyarankan kepada penyidik jangan segan-segan melakukan tindakan. Misalnya penggeledahan terhadap kantor Gapoktan Harapan Bersama tersebut. “Tujuannya agar tidak menghilangkan barang bukti,” jelasnya.

“Kalau bisa dilakukan pemanggilan paksa guna minta keterangan yang sebenarnya. Bila perlu pelakunya ditahan agar tidak ada upaya menghilangkan barang bukti. Serta mengantisipasi pelaku yang mungkin bisa melarikan diri,” lanjutnya.

Penulis: Subandi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help