Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Keliling Kota Belajar Sejarah

Sebanyak 146 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Pontianak didampingi KuWas Pontianak mengeliling kota Pontianak sembari belajar sejarah.

Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Keliling Kota Belajar Sejarah
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Siswa SMA Muhammadiah Kelas X Lakukan wisata sejarah ke beberapa lokasi sejarah di Pontianak 

Citizen Reporter

Anggota Komunitas Wisata Sejarah Pontianak

Ricky Astriadi


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 146 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Pontianak didampingi KuWas Pontianak mengeliling kota Pontianak sembari belajar sejarah.
"Kegiatan ini rutin dilaksakan setiap tahunnya didampingi kuwas pontianak. Kegiatan ini sebagai media belajar sejarah lokal, agar siswa lebih mengenal kotanya sendiri," kata Sholihin guru sejarah SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.

Baca: Gereja St Lidwina Kena Teror! Ini Komentar Pedas Syafii Maarif

Belajar sejarah memang tidak mesti didalam kelas saja terutama untuk belajar sejarah lokal, siswa harus melihat langsung peninggalan-peninggalan yang masih ada.

Sebagaimana dalam kegaiatan ini merupakan lawatan sejarah yang kedua dalam tahun ini.

Bulan januari lalu siswa kelas XI sudah melakukan lawatan sejarah ke Mempawah dan Singkawang.
Lawatan sejarah di kota Pontianak ini dimulai dari titik kumpul Taman Alun Kapuas yang dulunya dikenal sebagai Tanah Seribu 'Duizend Vierkanten Paal'.

Tanah Seribu ini dalam catatan sejarah adalah tempat pemukiman dan aktivitas pemerintahan kolonial Hindia Belanda berada di dalam benteng 'Fort Mariannen'.

Baca: Ngeri! Tabrakan Antar Sepeda Motor di Pantai Pulau Datok, Satu Korban Kritis

Di areal Taman Alun Kapuas ini juga siswa diberi penjelasan dengan beberapa bangunan lainnya antara lain adalah Gedung Bank Indonesia (de Javasche Bank Pontianak), Kantor Pos (Post Telegraf Kantoor), Gedung Bappeda, Gedung Kwada Gerakan Pramuka, Gedung SDN 14 Pontianak (Hollandsch Inlandsche School).

Kemudian Siswa melanjutkan perjalanan menggunakan 2 kapal menuju Makan Kesultanan Pontianak, Tugu Khatulistiwa, Masjid Jami' dan Istana Kesultanan Qadriah. Melalui kapal siswa juha melintas dan diberi penjelas tentang pelabuhan Senghie dan Gereja Gembala Baik.

"Kami berharap lawatan sejarah ini bermanfaat untuk siswa, semoga kegiatan ini untuk kedepannya semakin baik dan lebih yang berminat untuk melakukan kegiatan yang serupa," Uti Fahrul Hakim anggota kuwas.

Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help