Liga Inggris

Laga Emosional, Derby London Utara Jadi Panggung Pembuktian Harry Kane

Dalam tulisannya di The Players Tribune, Kane berkisah mengenai pasang-surut perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.

Laga Emosional, Derby London Utara Jadi Panggung Pembuktian Harry Kane
JOHN MACDOUGALL/AFP
Ekspresi bomber Tottenham Hotspur, Harry Kane (kanan), dan rekan setimnya, Son Heung-min, pada laga versus Borussia Dortmund pada pertandingan Liga Champions di Stadion Signal Iduna Park, Selasa (21/11/2017) waktu setempat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LONDON - Kegagalan adalah guru yang paling berharga. Pepatah tersebut rasanya tepat dipakai untuk menggambarkan perjalanan karier seorang Harry Kane.

Dalam tulisannya di The Players Tribune, Kane berkisah mengenai pasang-surut perjalanan kariernya sebagai pesepak bola.

Kane menceritakan kegagalan yang dirasakannya pada awal usahanya menjadi pemain sepakbola.

Baca: 3 Fakta Aksi Koboi Oknum Pegawai BUMN Tembaki Ambulans PKS Bawa Jenazah di Pontianak

Kegagalan saat dirinya masih kecil yang hingga kini masih diingatnya.

”Saya ingat hari itu. Saat itu saya bermain bersama tim muda Arsenal. Suatu hari, saat berusia delapan tahun, saya berbicara dengan ayah. Dia berkata, ’Ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan. Harry...Arsenal sudah melepas kamu.’”

Kane ingat ketika itu ayahnya sama sekali tidak marah atau mengkritiknya.

Sebaliknya, sang ayah berusaha membuatnya tak patah semangat.

Baca: Saat Dulu Dilamar Ahok Jadi Istri, Veronica Tan Blak-blakan Ngaku Ditipu dan Dipaksa

”Jangan khawatir Harry. Kita akan bekerja lebih keras. Kita akan mencari klub lain.”

Harry Kane rayakan gol Tottenham ke gawang Arsenal di White Hart Lane, Sabtu (5/3/2016).
Harry Kane rayakan gol Tottenham ke gawang Arsenal di White Hart Lane, Sabtu (5/3/2016). (AFP)
Halaman
1234
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help