Empat Orang Balita Sungai Limau Kubu Raya Terindikasi Gizi Kurang

Alifia merupakan anak ke 2 dari pasangan Taksiah dan Mawardi, yang mana keseharian Mawardi adalah sebagai pembuat Arang.

Empat Orang Balita Sungai Limau Kubu Raya Terindikasi Gizi Kurang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Suasana Saat Pelaksanaan Posyandu di Dusun Sungai Limau, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (10/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - 4 orang Balita di Dusun Sungai Limau, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, mengalami gizi kurang saat di periksa di Posyandu Sungai Limau. Sabtu (10/02/2018) siang.

Dari sekitar 60 balita yang datang di kegiatan posyandu bulanan ini sebanyak 4 orang balita terindikasi gizi kurang dikarenakan kondisi tubuh dan berat badannya yang tidak sesuai dengan usianya.

Baca: Ari Agustian Minta Doa Orangtua Jelang Tampil di Sabuk Emas Presiden

Posyandu Bougenvile Sungai Limau yang mempunyai agenda memeriksa balita di Dusun tiap sebulan sekali, pada kali ini menemukan 4 orang anak dengan setatus gizi kurang.

Baca: Tak Sekadar Berbagi Materi Namun Juga Kebahagiaan Pada Anak Yatim

Salah seorang anak yang bernama Alifia telah berusia 4 Tahun 4 bulan, namun berat badannya hanya 8,3 kg.

Alifia merupakan anak ke 2 dari pasangan Taksiah dan Mawardi, yang mana keseharian Mawardi adalah sebagai pembuat Arang.

Ibunya menuturkan bahwa anakanya ini biarpun kecil dan berat badannya kurang, namun dalam aktivitasnya sehari - hari ia termaksud anak yang aktiv dan ceria, namun sang ibu menuturkan bahwa Alifia kurang menyukai sayuran hijau.

Selain itu terdapat pula seorang anak lain bernama Sukma Ayu Lestari yang telah berusia 3 tahun namun berat badannya hanya 9,3 kg.

Sang ibu yang bernama Nuraisah mengatakan bahwa dirinya pun tidak mengetahui sebab anaknya mengalami gizi kurang, ia mengatakan bahwa anaknya tidak memilih - milih makanan.

"Memang kecil kali bang, soalnya saya kan juga kecil, terus neneknnya juga, ya mungkin keturunan, soalnya saya juga udah bawa ke Puskesmas, Posyandu, tapi ndak ada sakit apa - apa, makan juga mau dianya,"ungkapnya.

John Suarno seorang petugas puskesmas yang bertugas sebagai Promkes di desa Batu Ampar saat bertugas di Posyandu, mengatakan bahwa gizi kurang berkaitan dan ditentukan dari pola asuh dari kedua orang tua, sehingga pola makan anakpun terganggu dan kurang.

Ia mengatakan untuk memproduksi makanan bergizi di butuhkan orang tua yang mapan, yakni mampu didalam mengasuh anak dengan baik, membagi waktu antara bekerja dan memperhatikan asupan gizi kepada anak.

"Bisa dikatakan yang menyebabkan keempat anak ini gizi kurang karena pola asuh yang kurang, karena orang tua disinikan banyak yang pekerja, ada yang digunung, ada yang melaut ada juga yang kerja di Dapur Arang,"ungkapnya.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help