TribunPontianak/

Udang Ketak Jadi Komuditas Unggulan Masyarakat Pulau Maya, Hasilkan Puluhan Juta Perbulan

Bahkan untuk penampung udang ketak, perbulan mengaku mampu hasilkan 30 juta sampai 40 juta per bulan.

Udang Ketak Jadi Komuditas Unggulan Masyarakat Pulau Maya, Hasilkan Puluhan Juta Perbulan
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FAUZI
Para penampung udang Ketak sedang mengukur udang ketak hasil tangkapan nelayan 

Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Nelayan di Dusun Batu Malang, Kecamatan Pulau Maya unggulkan komuditas udang ketak, dalam sehari nelayan mampu hasilkan ratusan ribu rupiah.

Bahkan untuk penampung udang ketak, perbulan mengaku mampu hasilkan 30 juta sampai 40 juta per bulan.

Udang ketak atau dalam bahasa latin di kenal dengan nama thenus orientalis banyak di temui di lautan hindi dan lautan fasifik.

Baca: Warga KKU Ucap Syukur Ada Program Pendidikan Gratis

Seperti yang disampaikan satudiantara nelayan Batu Malang Ariya beberapa waktu lalu. Arya mengaku dalam satu hari ia mampu menghasilkan 600ribu sampai 400 ribu perhari, namun tergantung kondisi cuaca di laut. penghasilan sebesar itu di rasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kadang-kadang 600 ribu,500 ribu, minimal 200 ribu sekali kelaut, sebenarnya pendapatan tergantung cuaca, dan untuk penghasilan segitu cukuplah untuk keluarga, " tukas Ariya sembari menganyam pukat di depan rumahnya.

Hal senada di katakan satudiantara penampung udang ketak Nasir, ia mengaku dalam satu bulan ia mampu hasilkan 30 sampai 40 juta rupiah. kemudian udang-udang yang telah ia tampung di kirim ke pontianak untuk di pasarkan kembali kepada agen yang ada di pontianak.

Baca: BREAKING NEWS: Siswi SMA di Ketapang Hendak Bunuh Diri Loncat dari Jembatan Pawan

" kalau kotornya dalam satu bulan bisa menghasilkan 30 sampai 40 juta, tergantung dari tangkapan nelayan yang ada di sini,kalau untuk harga, bervariasi sesuai ukuran, nanti kita kirim ke pontianak menggunakan speed boat, "tuturnya.

Namun sangat di sayangkan, pemerintah daerah tidak dapat melihat potensi udang ketak ini sebagai komuditas unggulan sehingga dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) agar menjadi pemasukan untuk daerah kayong utara sendiri.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help