Percobaan Bunuh Diri

Surat Misteri Siswi SMA Terjun dari Jembatan Pawan: Biarlah Tuhan yang Menghukumku

Polres Ketapang menemukan surat curahan hati diduga milik RS. Surat tersebut dibuat dalam dua bahas yakni Indonesia dan bahasa Inggris.

Surat Misteri Siswi SMA Terjun dari Jembatan Pawan: Biarlah Tuhan yang Menghukumku
Kolase
Surat yang ditemukan Polres Ketapang diduga curahan hati milik RS siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait terjadinya percobaan bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2) pukul 07.00 WIB. Pelaku yang juga korban merupakan siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang berinisial RS (16).

Polres Ketapang menemukan surat curahan hati diduga milik RS. Surat tersebut dibuat dalam dua bahas yakni Indonesia dan bahasa Inggris. Surat tersebut terbagi dalam tiga lembar kertas dan inilah di antara isinya.

Surat yang ditemukan Polres Ketapang diduga curahan hati milik RS siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2/2018).
Surat yang ditemukan Polres Ketapang diduga curahan hati milik RS siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2/2018). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI)

Jenny.. Forgive me. Everyone Forgive me.

I am sorry keknya aku nggak bisa berjalan lagi. Dunia yang sudah nyaris dikendalikan iblis ini berusaha membuatku jadi salah satu dari mereka dan berusaha menghalangi ku buat maju dan kembali buat percaya sama Tuhan.

Surat yang ditemukan Polres Ketapang diduga curahan hati milik RS siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2/2018).
Surat yang ditemukan Polres Ketapang diduga curahan hati milik RS siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2/2018). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI)

Dan aku memiliki dosa besar semasa hidup. Aku tidak mau diadili / dihukum oleh dunia yang ada iblisnya. Biarlah Tuhan yang mengadiliku dan menghukum ku.. Hidup di antara kalian semua yang menerima Tuhan itu terlalu sakit dan menyilaukan. Aku cuma satu-satunya "Pembunuh" di antara kalian. Maafkan aku, aku memberimu pengalaman dan ingatan yang buruk.

Sungguh maafkan aku, ampuni aku. 

Surat yang ditemukan Polres Ketapang diduga curahan hati milik RS siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2/2018).
Surat yang ditemukan Polres Ketapang diduga curahan hati milik RS siswi kelas 10 pada satu di antara sekolah menegah atas (SMA) di Kota Ketapang yang hendak bunuh diri di Jembatan Pawan 1 Ketapang, Jumat (9/2/2018). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI)

Kemudian dalam surat tersebut penulisannya dilanjutkan menggunakan bahasa Inggris hingga akhir kalimatnya mengatakan “Thank You.. Bye-bye.. Sayonara...”.

Terhadap tiga lembar surat RS ini terlihat dicap menggunakan jempol tangannya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help