RSUD Sekadau Rawat 22 Pasien DBD Sejak Januari 2018

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sekadau telah menangani sedikitnya 22 pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari sampai saat ini.

RSUD Sekadau Rawat 22 Pasien DBD Sejak Januari 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sekadau Slamet menunjukkan satu diantar para pasien DBD yang dirawat di RSUD Sekadau. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sekadau telah menangani sedikitnya 22 pasien demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari sampai saat ini.

Sepeti yang diungkapkan Yutina (46) seorang ibu yang anaknya terserang DBD dan saat ini sedang dirawat di RSUD. Ia mengatakan, anaknya sudah tiga malam dirawat di RSUD Sekadau. Namun, saat ini kondisi anaknya sudah membaik dari sebelumnya.

“Sekarang masih dirawat. Di lingkungan tempat tinggal saya ada juga yang kena DBD. Untuk fogging sudah dilakukan,” ujarnya Jumat (9/2/2018).

Baca: Siswi SMA di Ketapang Hendak Bunuh Diri Loncat dari Jembatan Pawan

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sekadau Slamet mengatakan, saat ini pihaknya masih menangani pasien DBD. Dan masih ada tiga pasien yang sedang dirawat.

“Sepanjang Januari hingga hari ini kami sudah menangani sebanyak 22 pasien. Memang sebagian besar adalah anak-anak, dewasa juga ada,” ujarnya.

Slamet juga menuturkan, jumlah pasien DBD pada Januari sebanyak 14 orang dan Februari ada 8 orang.

Kondisi pasien, kata dia, masih bisa tertangani oleh pihak rumah sakit. Ia mengatakan, untuk obat-obatan, tenaga medis dan lain sebagainya disiapkan.

“Memang untuk kasus DBD ini, setiap bulannya pasti ada yang dirawat. Sejauh ini belum ada pasien yang meninggal dan pasien di RSUD Sekadau tertampung,” tuturnya.

Untuk itu, Slamet mengimbau kepada masyarakat secara rutin menjaga kebersihan lingkungan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus.

Hal ini, dilakukan sebagai langkah yang bisa dilakukan masyarakat mencegah terjadinya DBD.

“Selain itu, terjadinya DBD bisa karena ditularkan karena mobilisasi masyarakat. Antisipasi secara dini perlu dilakukan,” tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help