Petani Arang Batu Ampar Harap Persoalan Cepat Selesai

Usaha pengrajin arang merupakan usaha yang legal, namun yang menjadi larangan adalah bahan baku arangnya yang di ambil

Petani Arang Batu Ampar Harap Persoalan Cepat Selesai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Ferryanto
Puluhan petani arang di desa Batu Ampar hadiri musyawarah di Gelora Futsal Papa Mama, Jumat (9/2/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID.KUBURAYA - Puluhan Petani Arang padati Gelora Futsal Papa Mama Batu Ampar melakukan musyawarah dengan instansi terkait, musyawarah bertujuan untuk mendapatkan solusi agar usaha masyarakat petani arang dapat dilegalkan secara hukum, dan hutan desa dapat terlestarikan, Jumat (9/2/2018)

Musyawarah ini dilakukan menyusul  penangkapan dan penahanan alat tebang jenis senshow milik warga dan pekerja pengolahan arang tradisional di wilayah Batu Ampar dan Sekitarnya oleh tim gabungan,  pada  3 Februari 2018 lalu.

(Baca: Tersangka Penembakan Ambulans PKS Dapat Senjata di Kalteng )

Musyawarah yang digelar Gelora Futsal Papa Mama, Batu Ampar, Kubu Raya Jumat (9/2/2018) sore dihadiri oleh Aparatur Desa, Kapolsek Batu Ampar Iptu Sukirman, SH  Danramil Batu Ampar Inf Sumadi, Anggota Dewan Kubu Raya Agus Sudarmansyah, UPTD Din Hut. KPH. KKR Lasiman, dan tokoh masyarakat.

Anggota Dewan Kubu Raya Agus Sudarmansyah, menuturkan ia akan menyampaikan keluhan masyarakat ini kepada pihak - pihak yang berkompeten dalam hal ini seperti Kapolda, Dinas Kehutanan, dan pihak Pol Airut.

Dijelaskannya, persoalan selama ini adalah bahan baku yang belum memiliki konsesi hutan.

"Usaha pengrajin arang merupakan usaha yang legal, namun yang menjadi larangan adalah bahan baku arangnya yang di ambil," ungkapnya

Dia menjelaskan, tidak ada masalah mengenai lingkungan di kawasan Batu Ampar terkait pengambilan bahan baku mangrove untuk di jadikan arang ini.

"Boleh kita lihat bersama - sama, persoalan lingkungan ini tidak ada masalah, mengenai hutan tidak ada masalah, karena ini usaha yang sudah turun temurun, dan ada kesepakatan dari masyarakat di antara masyarakat, sehingga ada kearifan lokal di masyarakat dalam melakukan pengambilan bahan baku untuk dijadikan arang," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help