TribunPontianak/

Melemah 39,11 Poin, IHSG Dilevel 6505

Data pertumbuhan eksport di German berhasil menahan laju aksi jual investor di Eropa seiring pelemahan ekuitas global.

Melemah 39,11 Poin, IHSG Dilevel 6505
THINKSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mengakhiri pekan mayoritas indeks Asia ditutup pesimis melemah lebih dari 1%. Indeks Nikkei (-2,32%), TOPIX (-1,91%), Hangseng (-3,10%), CSI300 (-4,27%) dan KOSPI (-1,82%) ditutup turun masih diwarnai aksi jual.

Reliance Sekuritas Indonesia, Branch Manager Reliance Sekuritas, Riza Juliandri mengatakan pedagang ekuitas belum merasa nyaman dengan kenaikan dalam imbal hasil A.S. 10 tahun ke tertinggi dalam empat tahun terakhir, dan kekhawatiran mengenai taruhan yang tidak mengikat terhadap volatilitas saham terus membayangi pasar.

IHSG (-0,60%) ditutup melemah 39,11 poin dilevel 6505.52 dengan pelemahan pada sektor pertambangan(-2,48%) setelah harga komoditas tambang turun dipimpin oleh harga minyak WTI yang kembali berada dikisaran $60 perbarrel. Investor Asing tercatat net sell cukup besar Rp1,76 triliun dengan saham BMRI dan ASII menjadi net Value aksi jual investor asing terbesar.

(Baca: Rahmad Satria-Ridwan Rusli Memenuhi Syarat Sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Mempawah )

Pelemahan rupiah hingga terendah sejak tahun 2016 menjadi faktor utama hingga BI menyatakan akan kembali memantau situasi global guna melakukan intervensi. Indeks saham di Eropa dibuka terkoreksi tertahan. Indeks Eurostoxx (-0,23%), FTSE (-0,40%) dan DAX (-0,11%) melemah.

Data pertumbuhan eksport di German berhasil menahan laju aksi jual investor di Eropa seiring pelemahan ekuitas global.

IHSG secara teknikal membentuk pola candlestick bullish counter attack dengan terkonsolidasi positif pada level lower bollinger bands. Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area dekat oversold dengan crossing line mengarah pada pergerakan positif.

"Sehingga diperkirakan IHSG pada awal pekan depan bergerak cenderung mixed mencoba menguat tertahan dengan range pergerakan 6460-6550. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya AKRA, ANTM, BBRI, BMTR, JSMR, SMGR, BRPT, INKP," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help