TribunPontianak/

Kejari Kapuas Hulu Sita Bangunan Pasar Kedah, Ini Dasar Hukumnya

Paling lama Maret 2018 sudah keluar hasilnya, sehingga jelas berapa kerugian negara dalam pembangunan pasar Kedah tersebut

Kejari Kapuas Hulu Sita Bangunan Pasar Kedah, Ini Dasar Hukumnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Pihak Kejari Kapuas Hulu saat memasang plang baliho penyitaan pasar Kedah, Jumat (9/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu, telah menyita bangunan Pasar Kedamin Indah (Kedah) Putussibau, untuk memudahkan proses hukum selanjutnya, Jumat (9/2/2018).

"Penyitaan itu berdasarkan atas saran pada rapat perkembangan penyidikan bersama ketua tim pada hari Kamis, sehari sebelumnya di ruang Kasi tindak pidana khusus yang di hadiri seluruh penyidik kasus dugaan korupsi pembangunan pasar kedah," ujar Kejari Kapuas hulu Rudy Hartono.

Rudy menjelaskan, penyitaan ini kewenangan pihaknya, dimana dulunya waktu pertamakali melihat tahun 2017 kemarin, sudah dibilang bangunan ini jangan di rubah, dibiarkan apa adanya dulu, tapi malah dirubah di plur dan sebagainya.

"Jadi bisa dilakukan penghitungan baik dan benar, sehingga hasil audit nanti tidak menimbulkan salah persepsi, saya ingin semua balance, maka PA, tersangka, konraktor saya bawa ke lokasi, saya buat berita acara, sekalian lah kita sita," ucapnya.

(Baca: Panwaslu Gelar Sosialisasi Pada Pemilih Pemula, Ini Materi Yang Disampaikan )

Namun jelasnya, pemilik kios yang masih aktif berjualan tetap bisa melakukan kegiatan di pasar tersebut. "Dalam proses cek fisik, dan penyitaan lahan dan bangunan tersebut, kami juga dihadiri Dinas Perdagangan, UKM dan Koperasi Kapuas Hulu, beserta pelaksana pekerjaan beserta pihak terkait lainnya, dan BPK RI hanya menyaksikan," ujarnya.

Terkait cek fisik atau uji beton bangunan pasar Kedah tersebut, kata Rudy memvalidasi data akhir tahun 2017 lalu, sehingga diketahui nilai pekerjaan bangunan tersebut, yang sebelumnya diduga menimbulkan kerugian negara. "Kalau sudah dilakukan uji beton, supaya ketika kami ajukan ke penuntutan jadi lebih jelas," ucapnya.

Rudy menuturkan, proses cek fisik tersebut diinisiasi langsung pihaknya yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. “Maka kepala Dinas juga kita panggil ke kantor, supaya mengagendakan untuk cek fisik hari ini," ujarnya.

Rudy menjelaskan, setelah diakukan pengecekan fisik akan ada jeda waktu sampai menunggu hasil dari ahli teknis. Paling lama Maret 2018 sudah keluar hasilnya, sehingga jelas berapa kerugian negara dalam pembangunan pasar Kedah tersebut.

"Kalau sudah ada kerugian keuangan negara setelah di audit inevstigasi ahli teknis kami, baru diajukan ke penuntutan terhadap tersangka ini, kita lihat faktanya, siapa-siapa saja yang berperan," ucapnya.

Sampai saat ini kasus pasar Kedah tersebut, masih pada tahap penyidikan dan baru ditetapkan satu orang tersangka. "Sudah beberapa kontraktor yang diperiksa," ungkapnya. 

Kepala Dinas Perdagangan UKM dan Koperasi Abang Chairul Saleh menyatakan, pihaknya menyerahkan kasus hukum tersebut ke Kejari Kapuas Hulu. "Pokoknya kami serahkan sepenuhnya penangananya ke Kejari," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help