TribunPontianak/

Dua Kecamatan di Kapuas Hulu Tolak Keberadaan TNDS

Sudah ada juga warga ditangkap oleh pihak TNDS, yang mengambil sumberdaya alam disana, padahal hanya untuk kebutuhan rumah tangga.

Dua Kecamatan di Kapuas Hulu Tolak Keberadaan TNDS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Situasi pertemuan warga kecamatan Suhaid dan Selimbau dengan pihak TNBKDS dan DPRD Kapuas Hulu, Jumat (9/2/2018). Warga menolak keberadaan TNDS di kecamatan Selimbau dan Suhaid. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Sejumlah masyarakat Kecamatan Suhaid dan Kecamatan Selimbau, mendatangi kantor DPRD Kapuas Hulu, dalam rangka penolakan terhadap keberadaan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Jumat (9/2/2018).

Perwakilan Masyarakat Kecamatan Selimbau, Abang Muhammad Juansyah menyatakan alasan bagi masyarakat menolak keberadaan TNDS di kecamatan Selimbau, karena sudah tidak mengganggap lagi masyarakat yang tinggal dilokasi kawasan hutan lindung.

"Sudah ada juga warga ditangkap oleh pihak TNDS, yang mengambil sumberdaya alam disana, padahal hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Jadi kami nilai TNDS tak ada perikemanusiaan," ungkapnya.

Baca: Camat Suhaid Marah! Pengelolaan TNDS tidak Memperhatikan Kebutuhan Masyarakat

Perwakilan Kecamatan Suhaid Bahardi Abdul Aziz menyatakan, keberadaan TNDS tak ada manfaat kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. "Sudah ada masyarakat kami ditangkap oleh pihak TNDS, gara-gara mengambil kayu untuk rumah tangga," ucapnya.

Maka dari itu meminta kejelasan batas wilayah kawasan konservasi yang dapat dikelola, dan tidak boleh oleh masyarakat. "Kami minta dua warga kami yang ditangkap untuk segera dibebaskan, karena penetapan kawasan konservasi belum pernah disosialisasikan, sehingga banyak masyarakat tidak tahu," ungkanya.

Dalam hal ini tegas Bahardi, kalau memang tak terpenuhi maka seluruh masyarakat kecamatan Suhaid akan menolak keberadaan TNDS yang ada kawasan kecamatan Suhaid. "Kita mempertanyakan adalah, siapa yang dulu hadir di danau Sentarum, apakah masyarakat atau TNDS," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, disayangkan pihak perwakilan TNBKDS tidak bisa menjawab semua tuntutan dari dua kecamatan Suhaid dan Selimbau. "Mohon maaf saya diperintahkan oleh pimpinan, untuk menghadiri pertemuan ini. Namun tak bisa menjelaskan bagaimana kondisi kawasan konservasi di danau Sentarum, karena yang paham itu tidak ada di kantor," ujar salah satu perwakilan TNBKDS Fery.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi, S.Ik.MH menyatakan wilayah Kapuas Hulu merupakan paru-paru dunia yang harus dijaga dengan baik. "Kekayaan alam Kapuas Hulu untuk kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama menikmati," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help