Terdakwa Penipuan PT SCM Dituntut Tiga Tahun Penjara

Kemudian pada Kamis (8/2) terdakwa menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Terdakwa Penipuan PT SCM Dituntut Tiga Tahun Penjara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Terdakwa penipuan dan pengelapan uang PT SCM, Topan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Ketapang, Kamis (8/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terhadap kasus penipuan dan pengelapan uang di PT Sumber Cipta Multiniaga (SCM) oleh mantan karyawannya Erwin dan Topan.

Kemudian Erwin hingga saat ini melarikan diri sehingga masih dalam pencarian pihak Kepolisiaan.

Lantaran kasus tersebut sudah dilaporkan pihak PT SCM ke Mapolres Ketapang. Sedangkan Topan sudah menjalani beberapa kali persidang di Pengadilan Negeri (PN) Ketapang.

Baca: OTT BPN Sanggau Harus Jadi Warning BPN Ketapang

Kemudian pada Kamis (8/2) terdakwa menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Managemen PT Sumber Cipta Multiniaga (SCM), Wahyu mengatakan sidang pada Kamis (8/2) ini cukup singkat.

Baca: Selidiki Dugaan Korupsi Ketua Gapoktan di Ketapang, Polisi Kantongi Calon Tersangka

Menurutnya pembacaan tuntutan dilakukan oleh JPU, Bonar David Yuniarto. Tuntutannya terkait dengan pelanggaran Pasal 372 & 374 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang dilakukan terdakwa yakni penipuan dan penggelapan.

“Pada tuntutan tersebut terdakwa dituntut oleh JPU tiga tahun penjara,” kata Wahyu kepada awak media di Ketapang, Kamis (8/2). 

Ia mengungkapkan terdakwa diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan. Kemudian terdakwa meminta waktu empat hari untuk membuat pembelaan secara tertulis. Sehingga sidang ditunda hingga Senin 12 Februari mendatang.

“Jadi sidang selanjutnya pada Senin nanti agendanya pembelaan terdakwa. Namun terhadap tuntutan JPU kita nilai sudah cukup sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Serta berdasarkan pengakuan-pengakauan terdakwa,” ungkapnya. 

Diharapkannya pada persidangan putusan nantinya tetap akan sesuai. Sehingga bisa menjadi efek jera bagi karyawan lain dan masyarakat lainnya. Bahwanya perbuatan menipu dan mengelapkan uang ditempat bekerja itu tidak baik.

“Kemudian terhadap EW kita berharap bisa segera tertangkap. Sehingga pelaku itu juga bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya seperti rekannya Topan,” tuturnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help