TribunPontianak/

OTT BPN Sanggau Harus Jadi Warning BPN Ketapang

BPN Ketapang yang membuatkan sertifikat masyarakat terkadang cukup lamban.

OTT BPN Sanggau Harus Jadi Warning BPN Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
Anggota DPRD Ketapang, Ignasius Irawan saat ditemui beberapa warga dari pedalaman di rumahnya 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Kalimantan Barat bersama Polres Sanggau. Khususnya terhadap pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sangau yang didiuga melakukan pungutan liar (Pungli), Rabu (7/2).

Dugaan Pungli tersebut pada biaya pembuatan sertifikat tanah melebihi standar harga yang telah ditentukan. Terhadap kasus tersebut juga menjadi sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Ignasius Irawan.

“Pertama kita apresiasi terhadap kinerja Satgas Pungli yang mengungkapnya.  Kemudian OTT tersebut harus jadi warning bagi semua instansi di Ketapang khususnya BPN di Ketapang,” kata Irawan, Kamis (8/2).

(Baca: Pembangunan Pelabuhan Kijing Janji Politik Presiden, Subhan Nur: Harus Direalisasikan )

Ia menegaskan khusus BPN Ketapang harus introveksi diri terhadap kinerjanya. Hingga saaat ini semangat Pemerintah Pusat untuk cepat tidak sejalan di Ketapang. BPN Ketapang yang membuatkan sertifikat masyarakat terkadang cukup lamban.

“Bahkan terkadang ada yang sampai bertahun-tahun baru jadi. Misalnya warga saya di Kecamatan Marau buat sertifikat sejak 2015 tapi baru selesai awal 2018 kemaren. Jadi hal itu penting juga untuk dievaluasi kenapa lamban begitu,” ucapnya.

Menurutnya orang Marau tersebut membuat sertifikat melalui orang BPN Ketapang sendiri. Bahkan sudah membayar uang kepada orang BPN Ketapang itu Rp 5 juta. “Jadi perlu juga BPN Ketapang membersihkan petugasnya yang kayak begitu,” tegasnya.

“Tapi saya tak tahu siapa orangnya itu. Namun hal itu tentu harus menjadi perhatiaan dan dipelajari pihak yang berwenang di BPN. Intinya semangat clear and clan harus dilakukan dan direaliasikan  BPN Ketapang,” harapnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help