Dapil Kapuas Berkurang Satu Kursi, Ini Dasarnya Menurut KPU

Mudah-mudahan setelah pulang kita akan tahu kalau ada perubahan informasi. Data ini kan dinamis, pasti bertambah.

Dapil Kapuas Berkurang Satu Kursi, Ini Dasarnya Menurut KPU
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HENDRI CHORNELIUS
Ketua KPU Sanggau, Sekundus Ritih saat menyampaikan sambutanya di acara rapat Uji Publik Draf Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Pemilihan Umum 2019, rapat berlangsung di aula hotel Meldy Sanggau, Kamis (8/2) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua KPU Snaggau, Sekundus Ritih mengarakan jumlah kursi tersebut berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 16 tentang Dapil yang menyebut 16 bulan sebelum hari H pada 17 April 2019, jumlah penduduk sudah harus ditetapkan.

“Jadi untuk dasar alokasi kursi dan Dapil, memang aturannya begitu. Jadi di undang-undang nomor 7 tentang Pemilu 2019 juga disebutkan 16 bulan sebelum pencoblosan sudah harus ditentukan. Sedangkan untuk jumlah pemilih belum ditentukan. Tapi kalau untuk Pileg 2019 akan mengadopsi data dari Pilgub dan Pilbup 2018,” ujarnya, 

Dikatakanya, perubahan kursi hanya terjadi pada Dapil, Lantaran terjadi pengurangan jumlah penduduk, kursi di Dapil I dikurangi satu menjadi tujuh kursi, Sedangakan di Dapil II bertambah satu menjadi sembilan kursi, dapil III tetap sembilan kursi, dapil IV tetap sembilan kursi dan dapil V tetap enam kursi.

(Baca: Bank Mega Resmikan Kantor Kas di Transmart )

Dikatakanya, soal berkurangnya jumlah penduduk, Sekundus mengatkan kemungkinan terjadi pergeseran penduduk, karena sekolah dan lain sebagainya atau bisa jadi datanya mendekati realita.

 Sekretaris Disdukcapil Sanggau, Niriu menjelaskan, Disdukcapil masih bersandar pada undang-undan 23 tahun 2004 yang berbasis data pelayanan. Karena berdasarkan pelayanan, tidak ada lagi yang memiliki data ganda, “Sehingga ada penurunan,” katanya.

Niriu mencontohkan seperti yang kerap terjadi, seseorang bisa menjadi penduduk Sanggau, tanpa mengantongi surat pindah, dan masih terdaftar di tempat asalnya. Oleh pihak Kementerian, yang bersangkutan tetap tercatat di daerah asalnya, meski secara fisik tinggal di Sanggau.

(Baca: AirNav Cabang Pontianak Kenalkan Menara Baru, Ini Fungsinya )

“Termasuk TKI juga, kok bisa tanpa surat pindah bisa menjadi penduduk Entikong dan Sekayam, sekarang kita kan sistem online. Ketika kami konfirmasi ke kabupaten/kota yang bermasalah, apa alasan mereka, Untuk apa kami pindahkan penduduk kami kalau untuk sekedar Pemilu. Itu bahasa mereka. Kecuali yang bersagkutan datang ke sini, karena itu hak,” tegasnya.

Niriu menambahkan saat ini Kadisdukapil Sanggau tengah mengikuti Rakernas di Batam membahas persoalan data kependudukan tersebut bersama KPU.

“Mudah-mudahan setelah pulang kita akan tahu kalau ada perubahan informasi. Data ini kan dinamis, pasti bertambah. Sampai kapanpun tidak pernah sempurna, karena datang, lahir, pindah, meninggal dan lain sebagainya,” pungkasnya. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help