Kadis Pertanian Imbau Masyarakat untuk Memvaksin Anjing Peliharaan

Jadi, saat ini kita pesan lagi stoknya, dan untuk mendapatkan itu perlu proses,

Kadis Pertanian Imbau Masyarakat untuk Memvaksin Anjing Peliharaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ALFONS PARDOSI
Kepala Dinas Pertanian, Perternakan, dan Ketahanan Pangan Landak, Vinsensius 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Perternakan, dan Ketahanan Pangan Landak, Vinsensius menerangkan, saat ini memang banyak masyarakat yang menjadi korban gigitan anjing baik yang liar mau pun yang dipelihara.

Maka dari itu pihaknya juga sudah melakukan rapat untuk menguranggi korban gigitan anjing.

"Kami sudah rapat bersama instansi terkait, Dinas Kesehatan, Sat Pol PP," ujar Vinsensius di Ngabang pada Rabu (7/2).

Lanjutnya lagi, bahkan untuk antisipasi awal sejak tahun 2016 pihaknya sudah menyuntikan vaksin anti rabies kepada hewan peliharaan sebanyak 10000 vaksin. "Jadi, saat ini kita pesan lagi stoknya, dan untuk mendapatkan itu perlu proses," katanya.

Diakui Vinsen, sejak bulan Januari pihaknya juga masih pinjam untuk pengadaan vaksin. Sebab masih ikut lelang dulu, dan proses masih lama. "Jadi sambil menunggu vaksin itu, selang waktu berjalan virus masih menyebar," terang Vinsen. 

Namun pihaknya tidak hanya diam, untuk itu diharapkan masyarakat segera bertindak jika ada anjing yang diduga rabies. "Kalau sudah terindikasi, segera dimusnahkan. Kewenangan eksekusi ada di Bhabinkamtibmas, Babinsa," bebernya. 

(Baca: Banjir Landa Kapuas Hulu, DPRD Minta Pemkab Segera Bentuk BPBD )

Dengan demikian kata Vinsen, segera dibentuk tim bersama. "Kalau kita di Dinas Pertanian akan lakukan pendataan pemilik anjing. Kemudian mengajak masyarakat agar sadar untuk membawa anjingnya ke Puskeswan, kemudian diberi vaksin anti rebies," harapnya.

Bahkan kalau masyarakat tidak sempat memawa anjingnya, pihaknya ada petugas yang siap menjemput bola. "Rabises adalah sesuatu virus yang masif dan berbahaya. Maka bagi yang punya anjing, jangan menghalangi petugas untuk memvaksin, dan sadar anjingnya harus divaksin," pintanya. 

Sedangkan untuk mengetahui ciri-ciri anjing yang tertular rabies, liur sering keluar, pergerakan agresif, dan ekor selalu turun ke bawah.

"Kemudian kalau kita suntik, dalam 14 hari akan lemas dan itu bisa terindikasi tertular rabies," bebernya. 

Kemudian wilayah Landak yang menjadi fokus pihaknya, karena terindikasi masih ada penyebaran virus rabies berada di tiga Kecamatan. "Yakni Jelimpo, Ngabang, Kuala Behe, dan sebagian di Kecamatan Air Besar," ungkapnya.

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help