Tragedi Guru Dianiaya Murid

Dunia pendidikan kembali gempar saat Ahmad Budi Cahyono (27), guru hononer di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, dianiaya oleh MH (17).

Tragedi Guru Dianiaya Murid
Kolase/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dunia pendidikan kembali gempar saat Ahmad Budi Cahyono (27), guru hononer di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, dianiaya oleh MH (17), muridnya sendiri hingga tewas, Kamis (1/2/2018).

Saat itu, Ahmad mengajar seni lukis. Alih-alih mengerjakan tugas, MH justru bikin gaduh, mengganggu teman-temannya dan mencoret-coret lukisan teman lainnya.

Korban mengingatkan MH, untuk tidak mengganggu teman-temannya. Namun tak dihiraukan, korban lalu mendatangi dan mencoret pipi pelaku dengan cat air.

Tak terima dengan tindakan gurunya, MH memukul leher, kepala dan tengkuk sang guru. Meski Ahmad tak melawan, MH terus memukulinya dan baru berhenti setelah teman-temannya melerai.

Selanjutnya keduanya menghadap kepala sekolah. Setelah dilihat sepintas tak ada luka, oleh kepala sekolah, Ahmad diminta pulang. Namun setibanya di rumah selang beberapa waktu kemudian pingsan.

Dia dibawa ke RSUD Sampang dan dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya, namun nyawanya tak tertolong. Didiagnosis terjadi perdaran di otak dan mati batang otaknya, saat divisum. Polisi lalu menangkap MH sebagai tersangka.

Kasus ini mengingatkan pada seorang guru di Makassar yang dihajar wali murid, lantaran tak terima anaknya mendapat teguran dari sang guru akibat tak mengerjakan PR pada 10 Agustus 2016 silam.

Seorang guru SMAN 1 Kendari, Hayari juga dianiaya orangtua siswa dan muridnya pada 20 Oktober 2017 lantaran menegur CHD, muridnya yang berbicara tak sopan kepada guru.

Kita prihatin dengan kasus penganiayaan terhadap guru oleh murid di Sampang yang sangat memilukan ini, dan kasus-kasus serupa. Pengganti orangtuanya itu tak lagi dihormati. Hormat murid kepada guru tak seperti dulu.

Menanggapi maraknya kasus penganiayaan terhadap guru, pada dasarnya Mahkamah Agung (MA) pernah mengeluarkan yurisprudensi seperti yang dikutip dari laman mahkamahagung.go.id, bahwa guru tidak bisa dipidana saat menjalankan profesinya dan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap siswa.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved