Sambas Surplus Beras, Atbah Upayakan Bisa di Ekspor ke Malaysia

Atbah menerangkan, peluang untuk mengekspor beras, juga harus dimanfaatkan dan dijaga. Satu di antaranya adalah dengan memenuhi kualitas.

Sambas Surplus Beras, Atbah Upayakan Bisa di Ekspor ke Malaysia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menegaskan, sangat berupaya mendukung agar ekspor beras dari Kabupaten Sambas ke negara tetangga, dapat segera terealisasikan.

Sehingga menurut Atbah, hal yang terpenting adalah terbukanya jalur road tax di PLBN Aruk, Kecamatan Sajingan Besar.

Baca: Distan Sambas Jajaki Peluang Ekspor Beras ke Negara Tetangga

"Ekspor beras ini sesungguhnya memang cita-cita negara kita, dan merupakan cita-cita Pak Presiden serta keinginan Menteri Pertanian. Bahwa ketika dibukanya pos lintas batas PLBN Aruk, kita optimalkan. Bukan saja kita yang menjadi importir, tetapi kita juga harus bisa menjadi eksportir. Bagaimana hasil beras kita yang kita ketahui Kabupaten Sambas ini surplus, betul-betul kita buktikan kita surplus. Oleh karena surplus maka kita bisa ekspor,"ungkapnya, Senin (5/2/2018).

Baca: Begini Kabar Si Ratu Sinetron Yang Kalem Ini, Nomer 4 Bikin Adem

Lantaran hasil beras yang melimpah selama ini, menurut Atbah, Kabupaten Sambas kini telah dikenal sebagai wilayah pertanian padi yang subur dan bahkan surplus.

Oleh karena itu, menurutnya cara paling tepat yang harus dilakukan, dengan mengekspor beras ke negara tetangga.

Hal ini demi membuka pangsa pasar dan menyerap hasil pertanian petani Kabupaten Sambas secara maksimal.

"Cuma kemarin ekspor pertama kali itu dilakukan di Sanggau. Seharusnya di Sambas, karena penghasil padi terbesar di Kalbar itu Kabupaten Sambas,"jelasnya.

Atbah menerangkan, peluang untuk mengekspor beras, juga harus dimanfaatkan dan dijaga. Satu di antaranya adalah dengan memenuhi kualitas.

"Ini akan kami komunikasikan dengan Dinas Pertanian, untuk secara khusus mengelola ini agar beras-beras dari Selakau, Tebas, Pemangkat dan wilayah penghasil beras lainnya itu. Bisa kita komunikasikan, sehingga bisa kita ekspor ke Malaysia, karena pada dasarnya mereka kekurangan dan mereka juga mengimpor dari Thailand dan Vietnam. Mengapa tidak ke tetangganya saja, yaitu kita. Nah sudah barang tentu, kita harus menjaga kualitas sesuai kualitas ekspor-impor yang diizinkan," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help