TribunPontianak/
Home »

Bisnis

» Makro

Jaga Ekspektasi Masyarakat, Bank Indonesia Pantau Harga Pokok

Terjadinya kenaikan harga beras terjadi karena berkurangnya stok beras dari Jawa, khususnya untuk beras jenis medium dan premium

Jaga Ekspektasi Masyarakat, Bank Indonesia Pantau Harga Pokok
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Asisten Direktur KPw Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalbar, Adhinanto Cahyono melakukan prosesi potong pita pada peresmian kantor baru BPR Ukabima Khatulistiwa 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat merilis inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalimantan Barat pada Januari 2018 tetap terkendali dan secara tahunan berada dalam rentang target inflasi IHK nasional sebesar 3,5±1%. Angka ini lebih rendah dibandingkan pada Desember 2017 dimana rentang target inflasi IHK nasional sebesar 4±1 persen. 

Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Adhinanto Cahyono mengatakan berdasarkan data, inflasi IHK Provinsi Kalbar pada Januari 2018 tercatat sebesar 0,46% (month to month/mtm) atau 2,71% (year on year/yoy).

Secara bulanan, inflasi IHK Provinsi Kalbar sebesar 0,46% (mtm) lebih rendah dibandingkan dengan inflasi IHK nasional yang tercatat sebesar 0,62% (mtm). 

(Baca: Bupati Paolus Hadi Minta Alumni SPP SPMA Bangun Jaringan Pertanian )

Sementara itu, secara tahunan, inflasi IHK Provinsi Kalbar sebesar 2,71% (yoy) juga lebih rendah dibandingkan dengan inflasi IHK nasional yang tercatat sebesar 3,25% (yoy). Inflasi IHK Provinsi Kalbar pada Januari 2018 disebabkan oleh inflasi yang terjadi pada semua kelompok barang, dengan peningkatan harga tertinggi terjadi pada kelompok volatile foods. 

Berdasarkan data, inflasi IHK pada Januari 2018 sebesar 0,46%(mtm) lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2017 sebesar 0,56% (mtm). Ia menyebut inflasi IHK pada Januari 2018 ini juga lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi IHK bulan Januari selama 3 tahun terakhir yang tercatat sebesar 1,09% (mtm).

Inflasi kelompok volatile foods (VF) Provinsi Kalbar pada Januari 2018 terutama didorong oleh meningkatnya harga komoditas beras, daging ayam ras, cabai rawit, jeruk dan ikan tongkol. 

Berdasarkan data, inflasi kelompok VF pada Januari 2018 sebesar 1,41% (mtm) lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2017 sebesar 1,57% (mtm). Inflasi kelompok VF pada Januari 2018 ini juga lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi kelompok VF pada bulan Januari selama 3 tahun terakhir yang tercatat sebesar 3,97% (mtm). 

Salah satu kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan adalah harga beras. Terjadinya kenaikan harga beras terjadi karena berkurangnya stok beras dari Jawa, khususnya untuk beras jenis medium dan premium.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help