Distan Sambas Jajaki Peluang Ekspor Beras ke Negara Tetangga

Pemerintah Kabupaten Sambas, pada beberapa tahun yang lalu, pernah menjalin kerjasama dengan Bulog untuk menyuplai kebutuhan Rastra.

Distan Sambas Jajaki Peluang Ekspor Beras ke Negara Tetangga
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Sambas, Yayan Kurniawan mengungkapkan, hasil panen padi dari petani Kabupaten Sambas pada tahun 2017, mencapai sebanyak sekitar 97 ribu ton.

Oleh karena itu, menurut Yayan dari angka sebanyak itu, hasil pertanian padi di Kabupaten Sambas bahkan sudah surplus. Sehingga harus dicarikan peluang pasarnya, yang satu di antaranya adalah melalui ekspor.

Baca: Beda Usia 13 Tahun, Anang Hermansyah Bocorkan Sifat Ashanty yang Bikin Klepek-klepek

"Dari luas lahan padi di Kabupaten Sambas seluas 85 ribu hektar, kita kelebihan atau surplus sebanyak 97 ribu ton. Jadi karena daerah kita surplus, kita tidak perlu impor beras. Namun dari 97 ribu ton yang surplus tersebut, mungkin yang bisa kita lakukan adalah mengekspor beras. Mungkin kami nanti akan koordinasi, dengan Dinas Perdagangan, karena eksportir ini kan dibawah binaan perdagangan," ungkapnya, Senin(5/2/2018).

Lanjut Yayan, Pemerintah Kabupaten Sambas, pada beberapa tahun yang lalu, pernah menjalin kerjasama dengan Bulog untuk menyuplai kebutuhan Rastra.

Namun dikarenakan harga yang tidak memungkinkan, upaya yang sama menurut Yayan, sulit untuk dilakukan pada saat ini.

Baca: Dukungan Makin Menguat, Ribuan Masyarakat Nyatakan Siap Menangkan Midji-Norsan

"Dulu kita pernah menyuplai beras untuk Rastra kepada Bulog. Beberapa waktu lalu kita sudah pernah berdiskusi melihat kemungkinan adanya kerjasama bersama Bulog untuk pengadaan beras rastra. Namun harga yang ditetapkan Bulog itu terlalu rendah. Sehingga lebih baik kita menjual ke pihak lain," jelasnya.

Lantaran peluang pasar dari pihak swasta lebih menjanjikan, maka kebanyakan para petani lebih memilih menjual hasil panennya ke pihak swasta.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help