BPBD Sekadau : Waspada Cuaca Ekstrem Selama Februari

Tercatat bencana banjir pada 2016 mencapai 68 kasus. Kecamatan Nanga Mahap merupakan daerah rawan bencana banjir.

BPBD Sekadau : Waspada Cuaca Ekstrem Selama Februari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sekadau Akhmad Suryadi menuturkan, cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi selama Februari.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar mengantisipasi terjadinya angin kencang, banjir, dan juga yang longsor.

Akhmad juga mengatakan, Pemkab telah menetapkan status siaga bencana hingga Maret mendatang. Berdasarkan prediksi BMKG, kata dia, pada Februari akan terjadi cuaca ekstrem.

Baca: Lihat Indahnya Ruas Jalan di Belitang Ini, Pasti Bikin Geleng-geleng Kepala

“Perlu diwaspadai banjir, angin dan longsor. Angin kencang tidak dapat diprediksi lokasinya, tapi bisa diantisipasi,” ujarnya ditemui Tribun, Senin (5/2/2018).

Baca: Pj Gubernur Kalbar Ingatkan Sanksi Tegas ASN Tak Jaga Netralitas Jelang Pilkada 2018

Upaya antisipasi itu, diantaranya masyarakat diimbau memperhatikan bangunan yang ada serta pohon disekitar tempat tinggalnya. Bila ada pohon yang dinilai rawan tumbang agar dipangkas.

“Masyarakat bisa mengubungi kami untuk membantu memangkas pohon yang rawan tumbang,” ucap Akhmad.

Berdasarkan data, lanjut dia, bencana banjir yang terjadi di Sekadau sebanyak 20 kasus pada 2017 lalu. Jumlah tersebut menurun, jika dibandingkan pada 2016 lalu.

Tercatat bencana banjir pada 2016 mencapai 68 kasus. Kecamatan Nanga Mahap merupakan daerah rawan bencana banjir.

“2017 terjadi satu kasus bencana longsor, 2016 tidak ada. Sedangkan bencana angin puting beliung pada 2017 lalu terdapat dua kasus, 2016 lalu juga dua kasus,” tukasnya. 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help