TribunPontianak/

Kunjungan Wisatawan Meningkat, ASITA Akui Tak Rasakan Dampaknya

Momen kulminasi kata Henray masih belum menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara apalagi wisatawan mancanegara.

Kunjungan Wisatawan Meningkat, ASITA Akui Tak Rasakan Dampaknya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalbar, Nugroho Henray Ekasaputra 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kalbar Desember 2017 mencapai 5.444 kunjungan atau naik 62,70 persen dibandingkan kunjungan wisman November 2017, 3.346 kunjungan.

Baca: Ini Tanggapan Pengamat Ekonomi Terkait Belum Beroperasional Penuhnya PLBN Badau dan PLBN Aruk

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalimantan Barat (Kalbar), Nugroho Henray Ekasaputra mengatakan meningkatnya jumlah kunjungan wisman berbanding lurus dengan dibukanya jalur internasional di Supadio yaitu Kuala Lumpur dan Kuching.

Baca: Aktifitas Warga di Jogging Track Taman Digulis dan Taman Arboretum Sylva Untan

"Jadi bukan karena wisatawan menghadiri event yg dikreasi. Coba dicermati lagi datanya dari negara mana yang meningkat dan keperluannya apa. Berbanding lurus juga dengan kondisi perbatasan yang semakin baik. Intinya kita belum melihat mereka datang benar-benar untuk menghadiri event. Kalau kerja dan berkunjung ke sanak famili kecil dampaknya buat kami ASITA," ujar Henray, Minggu (4/1/2018).

Salah satu momen yang bisa dijual untuk meningkatkan kunjungan wisman kata Henray adalah kulminasi.

Momen kulminasi kata Henray masih belum menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara apalagi wisatawan mancanegara.

Travel agent saat ini kata dia belum ada permintaan dari wisatawan untuk kulminasi.

"Perlu kerja keras dan promosi yang tepat. Asita ini kan agent, sejatinya agent ini jualan barang yang sudah di kenal dan laku di jual, kalau kulminasi mau menjadi produk wisata yang laku harus dikemas dengan event yang skalanya nasional dan internasional. Pertanyaannya sudahkah moment kulminasi berkelas seperti itu?," tanya Henray.

Halaman
123
Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help