TribunPontianak/

Asyiknya Menikmati Keindahan Hamparan Alam Danau Sentarum

Tim lainnya menuju Daerah Aliran Sungai (DAS) Leboyan tepatnya di Dusun Batu Rawan, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berangkat dari Dermaga TPI Batang Lupar yang berada di Jalan Ampera, Desa Sungai Malau, Kecamatan Barang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu.

Tribun bersama tim lainnya menuju Daerah Aliran Sungai (DAS) Leboyan tepatnya di Dusun Batu Rawan, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, pada Selasa (23/1/2018) siang.

Menggunakan speedboat 40 PK kami mulai mengarungi hamparan danau musiman ini. Danau Sentarum, begitulah nama yang lekatkan pada danau yang terdiri dari beberapa danau ini.

Menurut literasi masyarakat sekitar penamaan Danau Sentarum sendiri berasal dari nama Sungai Sentarum yang merupakan satu diantara aliran sungai yang mengalir ke danau utama.

Warna khas air dari akar pohon yang bewarna seperti air teh yang kental memenuhi danau yang dikelilingi beberapa bukit yang menjulang.

Meskipun air danau yang terlihat bening kehitamn-hitaman saat ditadahkan ke telapak tangan, mata akan melihat hamparan air yang memasok ke penjuru hilir Kalimantan Barat seperti hitam pekat.

Saking pekatnya air yang terlihat dipermukaan dapat memantulkan objek-objek yang berada di atas danau dengan sempurna seakan mengisyaratkan inilah danau yang menjadi cermin terbesar di Kalimantan Barat.

Sekitar 30 menit kami melintasi danau utama yang disebut warga sekitar sebagai danau luar menggunakan speedboat yang dikemudikan oleh Abang Kasful Anwar yang sehari-hari bekerja sebagai penarik tambang speedboat.

Menurut kearifan lokal yang disampaikan Abang Kasful Anwar, danau luar ini merupakan danau yang dianggap warga sebagai tempat yang tabu untuk berseloroh maupun berbicara kasar.

Halaman
123
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help