Kunci Mengajar Adalah Iklhas

Karena guru TPA mandiri, kendala mengenai fasilitas dan uang transportasi pengajar juga tergantung TPA masing-masing.

Kunci Mengajar Adalah Iklhas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Guru TPA dan kepala TPA Al-Aqbar, Muhammad. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang guru TPA dan kepala TPA Al-Aqbar, Muhammad mengungkapkan jika kendala yang dialami guru dalam mengajar di TPA berbeda-beda, tergantung masing-masing TPA.

"Karena guru TPA mandiri, kendala mengenai fasilitas dan uang transportasi pengajar juga tergantung TPA masing-masing," katanya, Sabtu (27/1/2018).

Dengan pendanaan yang bersifat swadaya, dia mengatakan memang keadaan yang serba apa-adanya tidak bisa dielak.

Baca: Mujahidin Art Festival jadi Motivasi Hasilkan Karya

Beruntunglah TPA yang berada di lingkungan yang memiliki banyak donatur.

"Pendanaan TPA tidak ada darimanapun selain dari donatur di sekitar TPA berada. Kalau di sekitar TPA banyak donaturnya insyaallah fasilitas lengkap," tuturnya.

Seperti TPA di mana dia mengajar yang terletak di Jalan karya baru gang karya baru 3, di sini ada donatur yang memberikan dana bulanan untuk memfasilitasi TPA, selain itu TPA juga tidak berdiri sendiri, ada masjid yang menaungi dan membantu melengkapi fasilitas di sana sehingga kendala-kendala terkait fasilitas dan honor bisa diminimalisir.

Dia mengungkapkan pada umumnya kendala yang membuat TPA sulit berkembang adalah fasilitas yang kurang mumpuni, hal ini bisa ditutupi oleh keberadaan donatur.

Mengenai masalah besaran honor, TPA tidak pernah menetapkan harus dibayar berapa. Lembaga juga tidak pernah mematok bayaran.

"Karena menjadi guru TPA itu harus diawali dengan keihklasan, berapapun uang transportasinya kalau sudah ikhlas insyaallah cukup," ucapnya.

Uang transportasi tersebut disebutnya sebagai rasa terima kasih para orang tua sehingga berapapun jumlahnya tetap diterima dengan ikhlas. Tidak semua pengajar TPA mendapatkan honor rendah, ada juga yang mendapatkan Rp 500.000 bahkan di atasnya, semuanya kembali pada donatur di masing-masing TPA.

"Kalau iuran donatur besar otomatis kesejahteraan pengajar juga terjamin," katanya.

Dia mengingatkan jika mengajar di TPA harus ikhlas dari hati, ikhlas mengajar.

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help