TribunPontianak/

Pilkada Serentak

Panwaslu Komitmen Tindak Tegas Bagi Pelanggar Pemilu

ancaman pidana paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Panwaslu Komitmen Tindak Tegas Bagi Pelanggar Pemilu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Anggota Panwascam saat dilantik oleh Ketua Panwaslu Kapuas Hulu Mustaan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Ketua Panwaslu Kapuas Hulu Mustaan menyatakan, pihaknya akan menindak tegas siapa yang melanggar peraturan pemilu, tentu sesuai dengan perundang-undangan berlaku.

"Biasanya tren pelanggaran pemilu yang mungkin terjadi seperti, memberi dan menerima uang atau barang, untuk mempengaruhi pemilih dan petugas," ujarnya, Jumat (19/1/2018).

Terkait ancaman bagi pelanggar pemilu jelasnya, ancaman pidana paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. "Jadi antara yang memberi dan menerima sama kena," ucapnya.

(Baca: Selain Rumah Terbakar, Evi Menangis Karena Tak Bisa Selamatkan Barang Ini )

Kemudian jelasnya, kalau penyelenggara yang terlibat, maka ancaman pidana ditambah sepertiga hukum dari ancaman denda pokok. "Jadi lebih berat hukuman terhadap penyelengara itu sendiri," ujarnya.

Selain itu kata Mustaan, bagi melakukan kampanye menghasut, memfitnah,
mengadu domba partai politik, perorangan, dan kelompok masyarakat. Serta menghina perorangan, ras, agama, suku, dan lainnya. Dipastikan akan mendapatkan ancaman pidana hukuman.

"Ancaman pidana paling singkat 3 bulan dan lama 18 bulan, denda paling sedikit Rp 600 ribu, paling banyak Rp 6 juta," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help