Kerap Dipukuli dan Disetubuhi, Gadis 18 Tahun di Sintang Pilih Kabur dari Rumah

Persetubuhan terakhir pada 2016 ditempat yang sama yaitu di BTN Cipta Mandiri 2, Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.

Kerap Dipukuli dan Disetubuhi, Gadis 18 Tahun di Sintang Pilih Kabur dari Rumah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pelaku pemerkosaan berinisial HM (tengah) yang merupakan warga Dusun Nenak Tembulan Kelurahan Martiguna, Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang saat diperiksa oleh Sat Reskrim Polres Sintang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami RW (18) oleh HM (31) warga Dusun Nenak Tembulan Kelurahan Martiguna, Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang yang terjadi pada enam tahun lalu baru di laporkan ke Polres Sintang, Jumat (19/01/2018) pagi.

AY (43) yang merupakan ibu kandung RW mengatakan bahwa ia mengetahui anaknya telah dua kali disetubuhi HM, pertama pada tahun 2012 sekitar jam 21.30 WIB dimana saat itu Korban masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Kemudian setelah selang beberapa tahun, persetubuhan terakhir pada 2016 ditempat yang sama yaitu di BTN Cipta Mandiri 2, Kelurahan Sengkuang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.

Baca: Penerapan Transaksi Non Tunai di Sintang Dilaksanakan Secara Bertahap

Ibu korban, AY (43) mengaku hal tersebut baru ia ketahui pada 1 November 2017 lalu melalui via HP. Anaknya menceritakan bahwa telah pergi dari rumah yang ia tumpangi karena tidak tahan sering dipukuli oleh istri dari HM dan dirinya telah disetubuhi oleh HM.

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto mengatakan jika dilihat kasusnya sudah cukup lama dan kejadian sudah berulang kali. Seharusnya korban segera melaporkan kepada orang tuanya sehingga kasus tersebut tidak terjadi berulang kali.

AKP Eko mengatakan bahwa setiap orang harus berani untuk melaporkan apapun bentuk kekerasan dan tindak pidana yg terjadi pada dirinya maupun orang lain. Jika didiamkan dan dibiarkan maka kejadian akan terus terulang.

"Berani Lapor, itu yang harus digalakan dan diterapkan didalam keluarga sehingga pelaku kejahatan tidak ada tempat lagi karena setiap orang sudah berani lapor," ujarnya.

Jika dilihat kejadian ini, AKP Eko mengatakan bahwa pelaku adalah orang dekat dan dikenal bahkan masih ada hubungan ipar. Oleh karena itu, menurutnya orangtua seharusnya tidak sepenuhnya melepaskan anak gadis begitu saja.

"Pahami watak, karakter dan pribadi orang lain sehingga kita bisa lebih waspada lagi, berulang kali kejadian kejahatan selalu diawali adanya kesempatan dan akhirnya timbul niat maka terjadi perbuatan tindak pidana," imbuhnya

Sementara itu, Kapolres Sintang AKBP Sudarmin melalui Paur Subbag Humas Polres Sintang mengatakan apabila terkait orang yang berani lapor maka tetap dilindungi UU dan kerahasiaannya dijamin oleh petugas kepolisian.

"Pihak orang tua harus mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama untuk orangtua yang anaknya sekolah dan kost di Sintang. Walaupun sama orang terdekat atau bahkan sama saudara sendiri," imbaunya.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help