TribunPontianak/

Kisah Anak Suspect Difteri di Ketapang yang Sempat Dijauhi Warga Sekitar

Pada pertengahan Desember 2017 lalu ada pasien berinisial VO (5) dirawat di RSUD Agoesdjam Ketapang karena suspect difteri.

Kisah Anak Suspect Difteri di Ketapang yang Sempat Dijauhi Warga Sekitar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
IA ibu pasien suspect difteri, VO saat ditemui awak media di RSUD Agoesdjam Ketapang, Senin (11/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Pada pertengahan Desember 2017 lalu ada pasien berinisial VO (5) dirawat di RSUD Agoesdjam Ketapang karena suspect difteri.

Lantaran kabar penyakitnya disebarkan oleh orang tak bertanggungjawa di media sosial.

Bahkan pelaku mencantumkan identitas pasien tanpa disamarkan. Sehingga pasien dan keluarganya sempat dijauhi sebagian teman-temannya kala itu.

Ternyata pasien yang bernama Vino itu saat ini dinayatakan negatif mengidap defteri.

Terhadap apa yang dialami anaknya tersebut. Ibu Vino, Ita (35) pun berpesan kepada masyarakat meski ada orang yang terkena sakit defteri sekalipun.

Baca: Ingat 2 Pasien Suspect Difteri di Mempawah? Begini Kondisinya Sekarang

Harusnya orang-orang mendukung atau mensuport orang itu terhadap yang dialaminya.

Bukan malah menjauh apalagi sampai mengata-ngatakan hal yang tak pantas. “Seperti kita kan kemaren sempat minder jadinya. Sehingga sudah kena penyakit malah tambah terbebani karena sikap ada orang yang menjauhi kita,” ucapnya.  

“Jadi kalau seandainya ada orang lain selain kita atau siapa saja orangnya mengalami hal yang sama. Harusnya orang-orang yang kenal sama orang itu memberi support bukan malah menjauhi orang yang terkena penyakit tu,” tambahnya.

Ia menegaskan bukan kemauan orang juga mengalami penyakit. Menurutnya hal terpenting itu rasa kebersamaan dan kepedulian bukan malah menjauhi orang yang terkena musibah. Jika mau menjenguk pun menurutnya bisa pakai masker atau lainnya.

“Kasihan juga orang yang mengalainya. Seperti yang kita alami, sudah anak terkena sakit juga terbebani dengan sikap-sikap orang yang malah menjauhi kita. Misalnya anak saya dilarang main sama teman-temannya,” tuturnya.  

Ita menambahkan namun ia bersukur setelah pemberitaan di Tribun sebelumnya akhirnya teman-temannya banyak paham. Sehingga sudah tidak terlalu menjauh lagi meskipun masih sering bertanya-tanya kepastian penyakit anaknya.

“Jadi sebelum hasil negatif keluar pun teman-teman sudah banyak paham tentang kita kemaren itu. Ketika Vino masuk sekolah pun setelah keluar dari rumah sakit. Saya bersukur teman-temannya sudah bagus semua,” tuturnya.

“Mungkin orang-orang yang waktu itu menjauhi Vino masih takut sama anak saya ini. Terutama sebelum ada hasil negatif atau positif penyakit anak saya ini,” sambungnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help