Tanaman Sayur Mati Terendam Banjir, Petani Kubu Raya Merugi

Dimeng mengatakan, ribuan tanaman sayur-mayur seperti kangkung, sawi, gambas, dan cabai mati akibat terendam air

Tanaman Sayur Mati Terendam Banjir, Petani Kubu Raya Merugi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Petani sayur, Dimeng bersama seorang menantu dan anak laki-lakinya tengah memanen sayur yang masih layak dikonsumsi di perkebunan sayurnya yang terendam banjir di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (14/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Perkebunan sayur milik Dimeng, warga Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, turut terendam banjir setinggi 30 cm, Minggu (14/1/2018).

Di beberapa tempat, banjir bahkan lebih tinggi, kurang lebih setinggi pinggang orang dewasa.

Dimeng mengatakan, ribuan tanaman sayur-mayur seperti kangkung, sawi, gambas, dan cabai mati akibat terendam air.

Baca: Banjir Mulai Landa Kubu Raya, Ini Kata Ketua BPBD Kalbar

Padahal, beberapa hari yang lalu dia juga baru saja menanam ratusan benih sayuran di perkebunannya tersebut.

"Baru satu kali saya panen, ya mau berkata apa kalau sudah seperti ini, pupuk juga sekarang mahal," keluhnya.

Baca: Pramugari Mulai Sebut Bandara Internasional Supadio Kubu Raya

Saat ditemui, Dimeng bersama seorang menantu dan anak laki-lakinya tengah memanen kangkung yang masih layak untuk dikonsumsi.

Dia khawatir kangkung-kangkung tersebut akan mati apabila tidak segera dipanen. Banjir tersebut sudah dua kali melanda perkebunannya.

"Enam belas tahun saya tingga disini baru kali ini yang terbesar," ujarnya.

Sayur-sayuran hasil perkebunan itu biasa dia jual kepada pedagang di Pasar Gertak Kuning.

Ayah tujuh anak itu sudah sekitar 5 tahun melakoni pekerjaan sebagai petani sayur.

Diperkirakan Dimeng mengalami kerugian Rp 3-5 juta.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help