TribunPontianak/

Ribuan Umat Katolik Hadiri Peresmian Gereja Sungai Daun

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh dan keinginan roh berlawanan dengan keinginan daging

Ribuan Umat Katolik Hadiri Peresmian Gereja Sungai Daun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISTIMEWA
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, Wakil Ketua DPRD Sanggau, Fransiskus Ason, Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Julius Mencuccini CP foto bersama saat peresmian gereja Santo Paulus Stasi Sungai Daun, Dusun Sungai Daun, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Minggu (14/1/2018). Ist 

Citizen Reporter

Staf Diskominfo Sanggau, Sukardi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ribuan umat katolik dari berbagai dusun di Desa Malenggang, menyaksikan prosesi peresmian dan pemberkatan gereja Santo Paulus Stasi Sungai Daun, Dusun Sungai Daun, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Minggu (14/1/2018).

Peresmian Gereja tersebut dilakukan Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot dan pemberkatannya dilakukan Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Julius Mencuccini dan dihadiri Wakil Ketua Ketua DPRD Sanggau, Fransiskus Ason beserta Anggota DPRD Sanggau, Hendrikus Bambang.

Usai prosesi peresmian dan pemberkatan gereja, seluruh umat yang hadir dan 80 peserta krisma mengikuti misa syukur bersama.

Uskup Sanggau Mgr Julius Mencuccini CP mengatakan bahwa hadirnya gedung gereja baru ini menunjukkan bukti iman umat kepada sang penciptanya dan juga merupakan bukti kekompakan umat itu sendiri.

“Dalam semangat kebersamaan telah mendirikan rumah doa yakni Gereja yang merupakan salah satu sarana untuk berkomunikasi antar umat dengan sang penciptanya, ” ujarnya.

Kepada seluruh umat yang hadir, terutama bagi umat yang menerima sakramen krisma agar menjadi batu-batu hidup yakni sebagai pelaku firman dalam memberitakan kabar baik tentang keselamatan di tengah kehidupan bersama.

“Hiduplah menurut Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh dan keinginan roh berlawanan dengan keinginan daging. Buah-buah Roh ialah, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, ” katanya.

Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu duniawi dan keinginannya. “Jikalau kita hidup oleh roh maka hidup kita juga dipimpin oleh roh, ” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help