Banjir Rendam Pemukiman, Warga Bahkan Ada Rela Tidur di Atas Lemari

Selama bencana itu terjadi, dia bersama warga setempat mengaku belum mendapat bantuan sedikit pun dari pemerintah.

Banjir Rendam Pemukiman, Warga Bahkan Ada Rela Tidur di Atas Lemari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Warga berdiri di antara genangan banjir di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (14/1/2018). Sedikitnya 30 rumah penduduk di wilayah tersebut terendam banjir setinggi 30 cm. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sejumlah rumah penduduk di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, terendam banjir setinggi 30 cm, Minggu (14/1/2018).

Warga setempat, Bambang Hermanto mengatakan, genangan air tersebut disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang turun berturut-turut selama tiga hari terakhir.

Sehingga, parit yang berada di dekat permukiman warga tak cukup untuk menampung air hujan dan akhirnya meluap ke permukiman penduduk.

Baca: Puluhan Rumah di Limbung Terendam Banjir, Warga Kesulitan Beraktifitas

"Ini sudah tiga hari banjir, kita juga tidak bisa apa-apa," ujarnya.

Dia menuturkan, selama dua tahun berturut-turut sejak 2016 apabila hujan lebat turun maka wilayah permukiman tersebut selalu dilanda banjir.

Rumah Bambang sendiri digenangi banjir setinggi betis orang dewasa, barang-barang miliknya terpaksa dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

"Anak istri saya sampai tidur di atas lemari, kadang di meja juga, saya kan jaga malam, jadi kepikiran juga sama orang rumah kalau banjir begini," kata Bambang.

Baca: BPBD Kalbar Terima Laporan Kondisi Bandara Supadio Terkini, Banjir Kian Mengancam

Selama bencana itu terjadi, dia bersama warga setempat mengaku belum mendapat bantuan sedikit pun dari pemerintah.

Oleh sebab itu dia berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya segera mendatangi lokasi banjir dan melihat kondisi warga serta membenahi drainase agar banjir tidak kembali terjadi.

"Tadi juga ada yang sempat lihat ada ikan lele, tapi ndak ditangkap," selorohnya.

Bambang sendiri sudah tinggal di permukiman tersebut selama kurang lebih tiga tahun.
 

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help