Tanggapi Permohonan JC Setnov, Mahfud MD: Itu Bukti Telak Adanya Korupsi e-KTP

Kata Mahfud, jika jadi JC cukup dihukum 20 tahun dengan hak remisi setiap tahun.

Tanggapi Permohonan JC Setnov, Mahfud MD: Itu Bukti Telak Adanya Korupsi e-KTP
Mantan Ketua MK Mahfud MD 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengajuan permohonan justice collabolator Setya Novanto ikut ditanggapi oleh mantan Ketua MK Mahfud MD.

Sebelumnya, melansir Kompas.com, Rabu (10/1/2018) Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan mantan Ketua DPR Setya Novanto sudah mengajukan permohonan untuk menjadi justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Menanggapi itu, Mahfud menilai hal ini agak aneh.

Baca: Pekerjaan Ayahnya Pemulung Diusik, Ini Balasan Mulia dari Aulia DA4

Karena, kata Mahfud MD dalam akun Twitter @mohmahfudmd, Jumat (12/1/2018), Setnov sebelumnya telah melakukan segala cara dan alasan untuk menyatakan dirinya bersih.

"Agak aneh. Setnov dulu melakukan segala cara dan alasan utk menyatakan dirinya bersih, tak ada korupsi di e-KTP. Loh, skrang mau jd justice collaborator (JC). JC artinya mengaku sbg pelaku korupsi dan siap membongkar pelaku lain yg terlibat. Bukti lg: ada fakta korupsi di e-KTP," tulis @mohmahfudmd.

Selain itu, Mahfud menilai permohonan Setnov menjadi JC juga telah membuktikan adanya korupsi pada e-KTP.

Baca: Astaga! Tak Hanya Adik Perempuannya, Ibunya Juga Jadi Korban Nafsu Remaja 17 Tahun Ini

Sehingga, menurutnya, sidang tak perlu jalan berpanjang-panjang.

"Sebenarnya dgn permohonan Setnov utk menjadi JC, sidang pengadilan tak hrs ber-panjang2 lg. Itu bukti telak adanya korupsi e-KTP. Sy setuju permohonan JC ini dikabulkan utk menyisir pelaku2 lain. Tinggal menentukan keringanan hukum spt apa yg bs diberikan kpd Setnov," tulis @mohmahfudmd.

Halaman
123
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Efrem Limsan Siregar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help