TribunPontianak/

Sejak Desember 2017, Harga Beras di Kubu Raya Naik

Selama hampir dua bulan ini, kenaikan harga beras premium mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per karung. Kenaikan itu terjadi secara bertahap.

Sejak Desember 2017, Harga Beras di Kubu Raya Naik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Seorang pedagang beras eceran memegang label harga beras medium per kilogram di Pasar Parit Baru, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, Jumat (12/1/2018). Sejak awal Desember 2017 lalu, harga beras medium dan premium mengalami kenaikan cukup signifikan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Harga beras eceran di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, terus merangkak naik sejak awal Desember 2017 lalu.

Sebelumnya, harga beras premium masih bertengger di angka Rp12.500 per kilogram, memasuki awal Desember 2017 harga sudah bergeser ke angka Rp13.300 per kilogram.

"Udah ndak berani lagi sekarang jual di atas harga itu," kata Lili, pedagang beras eceran di Pasar Parit Baru, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, Jumat (12/1/2018).

Baca: Cuaca Buruk, Beberapa Harga Sembako Mengalami Kenaikan

Sementara untuk beras kategori medium kini sudah naik dan stagnan di angka Rp10.500 per kilogram.

Padahal sebelumnya, Lili masih sempat menjual beras medium seharga Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram.

"Agen saya bilang katanya harga dari Jakarta memang udah tinggi, otomatis dia juga mengikuti, beberapa merk beras juga sekarang ada yang kosong," ujarnya.

Baca: Hujan Deras Hingga Sebabkan Banjir di Wilayah Kalbar, Ini Kata BMKG

Kenaikan harga juga turut menyasar beras yang dijual secara karungan.

Selama hampir dua bulan ini, kenaikan harga beras premium mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per karung. Kenaikan itu terjadi secara bertahap.

"Kalau medium sih ndak banyak, paling hanya naik lima ratus rupiah per karung," ungkapnya.

Sejak terjadinya kenaikan harga tersebut, Lili mengatakan, warga yang awalnya lebih memilih membeli beras karungan kini beralih membeli secara eceran.

Pun demikian halnya dengan omzet penjual Lili yang mengalami penurunan hingga 30 persen sejak naiknya harga beras tersebut.

"Saya hanya jual beras medium satu sampai dua jenis, kalau premium ada lebih dari 20 merk," tutupnya.
 

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help