Air Genangi Pemukiman Warga di Tebas, Warga Sempat Khawatir

Kendati genangan air yang masuk ke rumah warga hanya beberapa jam saja, Jamhuri menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengkhawatirkan

Air Genangi Pemukiman Warga di Tebas, Warga Sempat Khawatir
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Hujan deras yang turun beberapa jam di sejumlah kawasan di Kabupaten Sambas pada Kamis (11/1/2018) kemarin, juga menyebabkan genangan air di Dusun Durian, Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Hujan deras yang turun beberapa jam di sejumlah kawasan di Kabupaten Sambas pada Kamis (11/1/2018) kemarin, juga menyebabkan genangan air di Dusun Durian, Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Jumat (12/1/2018).

Ketua RT05/ RW03, Jamhuri mengungkapkan, air mulai menggenangi halaman rumah-rumah warga sejak Kamis (11/1) dimulai sekitar pukul 17.00 WIB

Pekarangan beberapa rumah warga RT05 dan RT06, Dusun Durian bahkan masih digenangi air, yang menurut warga setempat merupakan luapan air kiriman dari kawasan yang lebih tinggi.

Baca: Hujan Deras di Paloh, Camat Sebut Puskesmas Hingga Rumah Warga Tergenang

"Tadi malam, air bahkan sampai masuk ke beberapa rumah warga. Seperti rumah yang berada di belakang rumah saya ini. Sempat di masuki air walaupun sebentar, tapi sekarang sudah surut. Mudah-mudahan saja tidak turun hujan lagi," ungkapnya, Jumat (12/1/2018).

Baca: BREAKING NEWS - Beredar Video Banjir di Paloh Kabupaten Sambas, Polisi Evakuasi Warga

Kendati genangan air yang masuk ke rumah warga hanya beberapa jam saja, Jamhuri menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengkhawatirkan dan cukup merepotkan warga yang rumahnya terkena genangan air.

"Repotnya itu ya tentu harus memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Apalagi jika ada anggota keluarga yang sakit tentu harus diutamakan. Sedangkan kekhawatiran kami itu, takutnya ada binatang seperti ular yang masuk ke dalam rumah. Sehingga jika air mulai naik, itu yang selalu dikhawatirkan warga di sini," jelasnya.

Jamhuri menerangkan, kawasan permukiman warga di dusun tersebut memang sangat rentan digenangi air. Ini lantaran kawasan permukiman tersebut berada di dataran yang lebih rendah, sehingga kerap mendapatkan kiriman air dari tempat yang lebih tinggi seperti dari Desa Seberkat.

"Jadi, air itu kan pasti turun ke tempat yang lebih rendah, tempat kami di sini lebih rendah. Sehingga ketika air dari gunung turun menyusuri parit di Desa Sempalai. Dengan cepat air akan menggenangi permukiman kami, bahkan pernah di sini tidak ada hujan, tapi karena di sana hujan kami di sini malah kebanjiran," terangnya.

Kondisi tersebut menurutnya tidak diimbangi dengan saluran air (drainase) yang memadai. Saluran air yang langsung menuju sungai hanya satu aliran. Sehingga air dari beberapa kawasan dataran tinggi, tertahan hingga meluap.

"Sebelum jalan negara ini ditinggikan beberapa waktu lalu, air masih bisa merembes di beberapa titik di Desa Sempalai, melintas di atas jalan. Tetapi sekarang karena jalan sudah tinggi, satu-satunya saluran air menuju sungai hanya melalui parit yang terdapat di saluran air di samping Pasar Sempalai itu," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help