Rawan Konflik, Kepala Daerah Terpilih Mendapat Pengawalan Melekat Dari Kepolisian KKU

Kalbar termasuk daerah rawan konflik, sehingga pihaknya sejak jauh hari

Rawan Konflik, Kepala Daerah Terpilih Mendapat Pengawalan Melekat Dari Kepolisian KKU
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD FAUZI
Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (20/6). 

Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA – Pihak kepolisian terus melakukan penggalangan di beberapa wilayah, baik ke tokoh masyarakat, tokoh agama untuk menimimalisir gesekan-gesekan menjelang Pilkada di Kabupaten Kayong Utara.

Karena dikatakan Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan Kalbar termasuk daerah rawan konflik, sehingga pihaknya sejak jauh hari, sudah menerjunkan beberapa anggota intelejen sudah melakukan penggalangan ke lapangan.

Baca: Beredar Isu Kasus Begal di Kubu Raya, Polda Kalbar Tegaskan Hal Ini

"Kita jauh-jauh hari sudah melakukan cipta kondisi, memang terus terang Kalimantan Barat ini termasuk jajaran yang rawan konflik, oleh karena itu kita tidak mau ambil resiko, jauh-jauh hari dari intelejen, termasuk Polsek-polsek sudah melakukan penggalangan, ke tokoh adat, tokoh agama, "tegas Kapolres, Kamis (11/1).

Baca: Beredar Isu Kasus Begal di Kubu Raya, Polda Kalbar Tegaskan Hal Ini

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah, hingga penetapan hasil pemilihan masyarakat Kepada Wakil Bupati dan Bupati yang baru, diakui AKBP Arief Kurniawan pihaknya akan terus melakukan pengamanan, bahkan untuk para Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang nantinya lolos menjadi calon tetap Wakil Bupati dan Wakil Bupati, juga akan mendapatkan pengamanan yang melekat kepada dirinya.

"Nanti akan ada pengamanan yang melekat pada calon ini, anggota yang dipilih akan mendapatkan pendidikan di SPN (Sekolah Polisi Negara). Kita H-1 kemarin sudah melakukan pengamanan, sudah ada anggota yang kita tunjuk untuk menjaga kantor Panwas, maupun kantor KPU,"pungkasnya.

Untuk jumlah personil yang akan di persiapkan pada Pilkada 2018 ini dikatakan Kapolres ada sekitar 150 personil, ditambah Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Polda Kalbar, dan di juga dibantu anggota TNI dari Kodim 1203/Ketapang sebanyak 120 personil.

Baca: Foto-foto Milton Crosby Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSUD Dr Soedarso

"Jumlah personil kita masih terbatas, jadi kita libatkan 150 personil untuk Pilkada ini, lebih dari 2/3 dari anggota keseluruhan. nanti juga ada BKO dari Polda termasuk juga perbantuan dari TNI, kemarin hasil koordinasi kita dengan Dandim Ketapang kemungkinan 120 orang yang akan di perbantukan di wilayah Kayong Utara ini,"tambahnya.

Selain kesiapan anggota untuk mengamankan Pilkada, pihaknya juga mendapatkan bantuan mobil water canon, untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

"Sarana dan prasarana yang diperbantukan atau dikirim dari Polda, ada water canon, mobil patroli roda 4 dan roda 2,"tambahnya.

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help