Pemuda Sambas Berhasil Budidayakan Tanaman Hidroponik di Pekarangan Rumah, Inilah Orangnya

Kini, telah banyak dari kalangan pelajar yang magang di tempat sayur hidroponik yang Munir budidayakan

Pemuda Sambas Berhasil Budidayakan Tanaman Hidroponik di Pekarangan Rumah, Inilah Orangnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Munir di menunjukkan tanaman Hidroponik modern di pekarangan rumahnya di Desa Tumuk, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kamis (11/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Munir, satu di antara pengurus Gegertani Kabupaten Sambas, saat ini tengah mengembangkan tanaman Hidroponik secara modern di kediaman rumahnya di Desa Tumuk, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kamis (11/1/2018).

Semakin meningkatnya persaingan di bidang pertanian, tidak menyurutkan semangat anggota dan pengurus Gegertani Sambas, untuk mencari inovasi tanaman yang memberi prospek baik dalam peningkatan ekonomi.

Peluang tersebut secara cepat di garap oleh pria kelahiran 28 Agustus 1976, Desa Tempapan Kuala, Kecamatan Galing tersebut.

Berawal dari membuat koleksi tanaman sayur hidroponik, dan mengikuti stan pameran pembangunan 2 tahun lalu, tanaman hidroponik yang di budidayakan oleh Munir, sangat banyak di minati oleh masyarakat dan pengunjung.

"Sejak 2 tahun yang lalu saya mengoleksi sambil belajar membudiyakan tanaman hidroponik, dan ikut di pameran pembangunan Kabupaten Sambas. Alhamdulillah pengunjung dan masyarakat banyak yang meminati tanaman hidroponik yang saya budidayakan. Karena tanaman hidroponik yang saya budidayakan tersebut tanpa bahan kimia lainnya," ungkap Munir, Kamis (11/1/2018).

Alumnus Fakultas Teknik Untan ini menjelaskan, latar belakangnya membudidayakan tanaman hidroponik tersebut.

(Baca: BREAKING NEWS - Digigit Buaya Saat Mandi di Sungai, Cerita Iswandi Bikin Merinding )

Kendati secara peluang pasar ketika itu ia masih belum mengetahuinya, namun dorongan dari hari ke hari tanaman hidroponik mendapat respon baik dari kalangan masyarakat terus memberikan semangat baginya.

"Membudidayakan tanaman hidroponik saat itu ingin mencoba saja. Ternyata dengan dipublikasikan lewat akun Facebook saya, banyak sekali respon baik dari masyarakat yang penasaran akan tanaman hidroponik. Walaupun saat itu secara peluang pasar masih belum ada, tapi dengan berjalannya hari dan sampai hari ini saya bisa mengembangkan tanaman sayur organik skala besar, dan membuka di beberapa kecamatan di Kabupaten Sambas," jelasnya.

Kini, telah banyak dari kalangan pelajar yang magang di tempat sayur hidroponik yang Munir budidayakan.

Para pelajar tersebut di antaranya dari SMK Jawai, SMK Sejangkung dan dari pelajar Singkawang, serta juga kerap dikunjungi oleh kelompok ibu-ibu.

"Saat ini tempat tanaman sayur hidroponik ini dijadikan tempat magang dan bahan edukasi para kelompok ibu-ibu maupun teman-teman pemuda lainnya. Untuk pemuda juga jangan takut mencoba sebuah peluang yang ada, dan jangan dilemahkan akan sebuah pasar, karena kalau kita tidak mencoba maka peluang pasar pun akan tidak tahu kita membacanya. Maka coba dan selalu di coba untuk pemuda Kabupaten Sambas, terutama pemuda Gegertani Sambas,"terang Munir.

Setelah berhasil mengembangkan tanaman sayur hidroponik, Munir saat ini juga mengembangkan budidaya lele organik di sekitaran halaman rumahnya.

"Lele organik ini saya terinspirasi dari pemuda yang ada di Bogor, yang membudiyakannya secara modern," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help