Jabat Ketua PCMI, Sari Fokus Beri Informasi PPAN Seluas-luasnya Pada Pemuda di Kalbar

Di sana dia mengikuti program pertukaran budaya dan industri terutama ekonomi kreatif

Jabat Ketua PCMI, Sari Fokus Beri Informasi PPAN Seluas-luasnya Pada Pemuda di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Claudia Liberani
Ketua Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Kalbar periode 2018-2021, Dian Ratna Sari 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Alumni Universitas Tanjungpura, Dian Ratna Sari terpilih menjadi ketua Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Kalbar periode 2018-2021, gadis asal Pontianak ini merupakan lulusan dari FKIP Bahasa Inggris.

Ditemui seusai pelantikan di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalbar, Jalan Sood, dia mengatakan dalam waktu dekat akan mengadakan roadshow Program Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) sebagai program kerja untuk tahun 2018.

Roadshow dilakukan sebagai bentuk pembekalan informasi kepada pemuda-pemuda Kalbar agar bisa mendapatkan informasi mengenai Program Pertukaran Pemuda Antarnegara karena biasanya pendaftaran dibuka sekitar bulan Maret-April.

(Baca: Ashadi Yusup-Abdurahaman Daftar di Detik Terakhir, Ini Penjelasannya )

Tahun ini dia akan fokus memberikan informasi seluas-luasnya kepada pemuda-pemuda di Kalbar terutama yang diluar daerah karena selama ini tingkat partisipasi daerah kabupaten/kota luar Pontianak masih rendah.

"Kita mencoba untuk bush supaya pemuda-pemuda yang ada di luar Pontianak terutama yang ada di Kabupaten dan kota lain bisa mengetahui informasi mengenai Pertukaran Pemuda Antarnegara, sehingga mereka bisa mendaftar dan berkesempatan juga untuk ikut program yang luar biasa ini," katanya, Kamis (11/1/2018).

Sebagai alumni pertukaran pemuda antarnegara, dia menuturkan bahwa program ini sangat bermanfaat. Ada banyak pengalaman positif dan pengetahuan baru yang didapatkannya.

"Sebagai anak muda, kita bisa memilih apakah ingin menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu baru mengikuti program ini atau mengikuti program dengan durasi pendek supaya tidak perlu cuti, memanfaatkan masa muda dengan hal-hal positif," jelas pengajar freelance bahasa Inggris yang pada tahun 2014 mengikuti program pertukaran ke Korea Selatan.

Baca: Panwaslu Komitmen Jalankan Tugas dan Fungsinya Dengan Baik

Di sana dia mengikuti program pertukaran budaya dan industri terutama ekonomi kreatif. Saat itu dia membawakan pakaian adat Melayu serta tarian daerah.

Untuk pemuda-pemuda Kalbar yang ingin mengikuti program ini, dia mengatakan peserta harus mengetahui Kalbar secara keseluruhan, mengetahui Bahasa Inggris, pengetahuan seni dan budaya juga diperlukan. Sedangkan untuk usia, rentang usia adalah 18-30 tahun.

Selain minimnya informasi, dia mengatakan kemampuan bahasa Inggris juga menjadi kendala para pemuda di Kalbar.

"Banyak yang tidak berani mencoba mendaftar karena merasa tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Nah tahun ini kita belum tau Kalbar dapat program yang mana, kita akan memberikan informasi dasar ke mana harus mendaftar," pungkasnya.

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help