Home »

Bisnis

» Makro

Ana: Griya IKM dan Aplikasi SIPI Kalbar Dongkrak Potensi IKM Kalbar

Apalagi saat ini diakuinya banyak platform digital yang semestinya dimanfaatkan pelaku IKM untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Ana: Griya IKM dan Aplikasi SIPI Kalbar Dongkrak Potensi IKM Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Pengunjung sedang melihat produk display UMKM, Kamis (11/1/2018) 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Staf Ahli Bidang Ekonomi, Ana Ferdina Kalis mewakili Gubernur Kalbar berharap grand opening Griya Industri Kecil, Menengah (IKM) Disperindag Provinsi Kalbar sekaligus peluncuran secara resmi Aplikasi Sistem Informasi dan Promosi Industri (SIPI) Kalbar dapat mendongkrak potensi IKM di Kalbar.

"Di era sekarang persaingan dunia usaha dan perubahan selera konsumen cepat sehingga menuntut pelaku ekonomi untuk jeli melihat peluang pasar yang ada. Caranya dengan memantapkan jaringan usaha dan mmnfaatkan teknologi informasi," ujarnya usai membuka acara di di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar di Jalan Sutan Syahrir pada Kamis, (11/1/2018).

Dampak positifnya kata Ana pendapatan masyarakat meningkat dan lapangan kerja terbuka luas. Dalam pembangunan ekonomi diakuinya masih banyak persoalan kurangnya akses pasar, modal, pengembangam teknologi dan SDM. Meskipun banyak kendala dengan adanya Griya IKM ini ia berharap bisa memberikan motivasi besar untuk mengembangakan usahanya menjadi lebih baik.

(Baca: Sintang Tuan Rumah Porprov 2018, Ini Persiapannya Kata Bupati Jarot )

"Penting juga memanfaatkan teknologi informasi untuk merebut pangsa pasar.  Pertama, perlu meningkatkan SDM dan teknologi untuk pengembangan kemasan dan kualitas sehingga usaha menjadi efisien, meningkatkan akses bahan baku, pelaku usaha harus lebih nyata menjual produk. Dengan terpenuhinya hal tersebut akan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya," ujarnya.

Apalagi saat ini diakuinya banyak platform digital yang semestinya dimanfaatkan pelaku IKM untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Sebagai gambaram aspek produksi usaha kata Ana belum memperhatikam onfromasi pasar dan informasi standar yang baku.

Pdmadahal semangat kewirausahaan diakuinya perlu ditingkatkan, sehingga ibu rumah tangga berdaya saing. "Karena biasanya keberadaan perempuan yang tidak berdaya dan tidak produktif dianggap beban keluarga. Maka rintisan ini perlahan menyingkirkan persoalan ini. Ini upaya kita dan mulia," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help