Pilkada, Hoaks, Literasi Media

Hal ini dilakukan untuk memberantas informasi hoaks dan isu SARA yang kerap digiring, apalagi Kalbar akan menyelenggarakan Pilkada.

Pilkada, Hoaks, Literasi Media
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Memasuki tahun 2018, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalbar akan fokus mengedepankan literasi media di kalangan mahasiswa di lima titik daerah perbatasan, yaitu Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Hal ini dilakukan untuk memberantas informasi hoaks dan isu SARA yang kerap digiring, apalagi Kalbar akan menyelenggarakan Pilkada.

Sebelumnya, mengutip Kabid Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik, Diskominfo Kalbar, Kurniasari kepada Tribun (8/1), Diskominfo Kalbar telah membekali diri untuk mengantisipasi hoaks dengan meluncurkan Command Centre.

Sebuah ruang komando yang digunakan untuk memantau semua aplikasi e-Government di OPD lingkungan Pemprov Kalbar.

Ruang ini dilengkapi dengan analisis media sosial untuk menyaring berita hoaks dan SARA.

Baca: Selain Konten Viral, Lakukan 4 Strategi Ini untuk Optimalkan Pemasaran dan Engagement di Medsos

Langkah Diskominfo Kalbar akan fokus mengedepankan literasi media, yaitu kemampuan menganalisis dan memfilter apakah informasi sebuah berita fakta atau bohong, di kalangan mahasiswa patut diapresiasi.

Dengan digencarkan literasi media bisa mengurangi berita hoaks terutama menjelang Pilkada serentak 2018, di mana adu domba dan isu-isu SARA sering digunakan sebagai alat kampanye gelap.

Tak dipungkiri sebagian besar pengguna medsos adalah generasi muda.

Pemuda adalah pemilih atau calon pemilih yang memang belum begitu cerdas dan bijak secara politik.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved