Sampah Menumpuk Tebar Bau Tak Sedap, Petugas Tak Punya Anggaran BBM

Petugas-petugas itu mengaku tak memiliki anggaran BBM, sehingga armada khusus yang digunakan untuk mengangkut sampah

Sampah Menumpuk Tebar Bau Tak Sedap, Petugas Tak Punya Anggaran BBM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Seorang pengendara sepeda motor melintas di dekat tumpukan sampah di TPS Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (9/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sampah di TPS Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, menumpuk, Selasa (9/1/2018).

Aroma tak sedap dari tumpukan sampah itu hingga masuk ke area pergudangan dan rumah-rumah penduduk yang berada tak jauh dari TPS tersebut.

Tumpukan sampah itu juga menutup hampir separuh badan jalan.

Baca: Sampah di TPS Sungai Jawi Meluber, Pedagang Mengeluh Aroma Tak Sedap

Halex, seorang pekerja di area pergudangan di dekat TPS itu mengatakan, sampah-sampah tersebut sudah sekitar satu minggu tidak diangkut oleh petugas kebersihan dinas terkait.

"Biasanya dulu ada, tapi sekarang sudah jarang diangkut, baunya yang kita tak tahan," katanya.

Dia bahkan sempat bertanya kepada petugas kebersihan yang pernah datang ke TPS tersebut.

Petugas-petugas itu mengaku tak memiliki anggaran BBM, sehingga armada khusus yang digunakan untuk mengangkut sampah-sampah itu tak bisa beroperasi.

Baca: Kapolres Imbau Masyarakat Melapor Jika ada Gangguan Kamtibmas

"Tadi mereka ada kesini, tapi tak tahu ngapa tak diangkut," ujarnya.

Rata-rata masyarakat yang bertempat tinggal di sekitaran Jalan Sungai Raya Dalam membuang sampah rumah tangganya ke TPS itu.

Dia mengkhawatirkan, apabila tidak segera diangkut sampah-sampah itu akan semakin menumpuk, sehingga yang akan terganggu adalah warga sekitar dan para pengguna jalan.

Seorang pemilik warung yang berada tak jauh dari TPS itu juga mengeluhkan aroma tak sedap yang tercium hingga ke warungnya.

"Mana enak kalau kayak gini, baunya tak sedap, tak mau lah orang kesini," keluh wanita paruh baya yang tak ingin disebutkan namanya itu.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help